Generasi Emas? Gurunya Saja Masih Cemas!
KUNINGANSATU.COM,- Tokoh muda Kabupaten Kuningan, Alan Suwgiri, menyampaikan pandangan kritisnya mengenai kondisi para tenaga pendidik yang menurutnya masih jauh dari kata sejahtera, meski memegang peran kunci dalam pembangunan bangsa.
Dalam pernyataannya, Kamis (29/1/2026) Alan menegaskan bahwa di balik berbagai gelar, jabatan, kepintaran, bahkan kekuasaan yang hari ini kerap dibanggakan, terdapat peran seorang guru yang sabar membimbing, menuntun, dan memberdayakan potensi para peserta didik. Namun, ia menilai bahwa pengorbanan besar tersebut sering kali tidak mendapatkan apresiasi yang sepadan.
“Kita ini dididik dan diajarkan tentang nilai, moral, dan ilmu oleh para guru. Ironisnya, sistem justru sering kali abai terhadap kesejahteraan mereka,” ujar Alan.
Ia menyoroti ketimpangan yang terjadi, di mana guru dituntut untuk mencetak “generasi emas”, tetapi kehidupan mereka sendiri masih dibayangi kecemasan ekonomi dan tekanan kerja yang tidak ringan. Menurutnya, normalisasi atas ketidakadilan semacam ini harus dihentikan.
Alan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memberikan dukungan moral dan kepedulian nyata terhadap guru, bukan hanya sekadar ungkapan seremonial saat Hari Guru Nasional.
“Menghormati guru bukan sekadar ucapan setahun sekali. Itu tentang keberpihakan setiap hari,” tegasnya.
Melalui seruan “Mari Bela Guru”, Alan menekankan bahwa masa depan bangsa dimulai dari pendidikan, dan pendidikan tidak akan pernah ada tanpa kehadiran para guru.
“Jika kita ingin Indonesia maju, maka pastikan mereka yang mencerdaskan generasi bangsa diperlakukan dengan adil dan bermartabat,” pungkasnya.***















