Galon Bekas Jadi Tong Sampah, KKN UM Kuningan Percantik SDN 2 Selajambe
KUNINGANSATU.COM,- Kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekolah dan kenyamanan belajar diwujudkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Kuningan (UM Kuningan) melalui program pembenahan fasilitas di SDN 2 Selajambe, Desa Selajambe, Kabupaten Kuningan, Rabu (12/8/2026).
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya membuat fasilitas kebersihan dari bahan bekas, tetapi juga melakukan penataan administrasi visual di ruang kelas 2 dan 4. Program ini diarahkan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang lebih bersih, rapi, sekaligus menyenangkan bagi siswa.
Salah satu inovasi yang dilakukan adalah memanfaatkan galon bekas sebagai tempat sampah. Limbah yang sebelumnya tidak terpakai itu terlebih dahulu dibersihkan, kemudian dipotong dan dihias menggunakan warna-warna cerah agar tampil lebih menarik bagi anak-anak.
Tong sampah hasil daur ulang tersebut selanjutnya ditempatkan di sejumlah titik strategis di lingkungan sekolah. Mahasiswa berharap keberadaan fasilitas itu dapat mendorong siswa membiasakan diri membuang sampah pada tempatnya sekaligus mengenalkan pemanfaatan barang bekas sejak dini.
Tak berhenti pada persoalan kebersihan, mahasiswa KKN juga melakukan class beautification di ruang kelas 2 dan kelas 4. Sejumlah kelengkapan administrasi kelas ditata dan diperbarui, mulai dari struktur organisasi kelas, jadwal pelajaran, jadwal piket kebersihan hingga papan berisi kata-kata motivasi.
Penataan tersebut dilakukan agar ruang kelas tidak sekadar terlihat lebih menarik, tetapi juga memiliki suasana yang lebih tertib dan mendukung aktivitas belajar mengajar.
Ridho Juliano, mahasiswa KKN dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), mengatakan kondisi lingkungan belajar turut memengaruhi semangat siswa dalam mengikuti pembelajaran.
“Lingkungan belajar yang bersih dan estetis sangat memengaruhi semangat belajar anak-anak di sekolah. Melalui pembuatan tempat sampah dari galon bekas ini, kami ingin menanamkan kepedulian lingkungan sejak dini dengan cara yang kreatif,” ujar Ridho.
Menurutnya, penataan administrasi kelas juga diharapkan dapat membantu guru menciptakan ruang belajar yang lebih hidup dan terorganisasi.
“Di saat yang sama, kerapihan administrasi di kelas 2 dan 4 diharapkan dapat membantu guru menciptakan suasana kelas yang lebih hidup, indah, dan teratur,” lanjutnya.
Inisiatif tersebut mendapat sambutan positif dari pihak sekolah dan dewan guru SDN 2 Selajambe. Fasilitas kebersihan yang baru serta tampilan ruang kelas yang lebih segar menjadi bagian dari upaya sederhana untuk meningkatkan kenyamanan siswa selama berada di sekolah.
Melalui program tersebut, mahasiswa KKN UM Kuningan berharap manfaat kegiatan tidak berhenti setelah program KKN selesai. Kebiasaan menjaga kebersihan dan merawat lingkungan kelas diharapkan dapat terus diterapkan oleh siswa dan warga sekolah dalam aktivitas sehari-hari.
Selain membantu pembenahan fasilitas sekolah, kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa dalam mengedukasi siswa tentang pentingnya menjaga lingkungan sekaligus menciptakan ruang belajar yang nyaman dan mendukung proses pendidikan.















