Diguyur Hujan Deras, Mandirancan Diterjang Longsor, Jalan Warga Terputus
KUNINGANSATU.COM – Bencana tanah longsor menerjang jalan lingkungan di Dusun Pahing RT 001/RW 001, Desa Kertawinangun, Kecamatan Mandirancan, Kabupaten Kuningan, Kamis (12/2/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Peristiwa tersebut menyebabkan akses kendaraan roda empat tidak dapat melintas akibat badan jalan dan saluran irigasi tertimbun material longsor.
Berdasarkan laporan cepat dari BPBD Kabupaten Kuningan, kejadian dipicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur wilayah tersebut sejak pukul 14.30 WIB hingga 18.00 WIB. Longsor terjadi pada tembok penahan tanah (TPT) di jalan lingkungan dusun.
Dari hasil asesmen sementara, tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, longsor menyebabkan TPT jalan lingkungan sepanjang 20 meter dengan tinggi 8 meter dan ketebalan 40 sentimeter mengalami kerusakan. Selain itu, sebagian badan jalan dusun sepanjang 10 meter dengan tinggi longsoran mencapai 6 meter dan lebar 2 meter ikut terseret material tanah.
Material longsor juga menimbun saluran irigasi sepanjang 10 meter dengan tinggi timbunan sekitar 80 sentimeter dan lebar 1,20 meter. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan longsor susulan sekaligus mengganggu aktivitas masyarakat.
Kepala Pelaksana Indra Bayu Permana menyampaikan, pihaknya langsung melakukan langkah cepat penanganan setelah menerima laporan kejadian.
“Begitu menerima laporan kejadian, tim BPBD langsung berkoordinasi dengan aparat desa, kecamatan, TNI, dan Polri untuk melakukan penanganan darurat serta memastikan kondisi masyarakat tetap aman,” ujarnya.
Ia menjelaskan, meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur akibat longsor cukup signifikan sehingga membutuhkan penanganan lanjutan.
“Kami bersyukur tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, kerusakan TPT dan badan jalan cukup signifikan sehingga perlu penanganan lanjutan, termasuk pengerukan material longsor serta pembangunan penguatan tebing menggunakan bronjong atau konstruksi penahan tanah,” katanya.
Sejumlah upaya darurat telah dilakukan petugas gabungan bersama masyarakat setempat, di antaranya pemasangan rambu peringatan di sekitar lokasi longsor serta koordinasi lintas instansi guna percepatan penanganan.
Saat ini, penanganan darurat masih membutuhkan pengerukan material longsor serta penyediaan material bangunan untuk perbaikan TPT guna mencegah potensi longsor susulan.
Indra juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
“Kami mengimbau warga untuk tetap berhati-hati dalam beraktivitas dan segera melaporkan kepada aparat setempat apabila muncul tanda-tanda pergerakan tanah guna mengantisipasi longsor susulan,” pungkasnya.
Hingga laporan terakhir yang disampaikan pada Jumat (13/2/2026) pukul 11.45 WIB, kondisi cuaca di lokasi dilaporkan cerah berawan. Meski demikian, akses kendaraan roda empat masih belum dapat dilalui akibat material longsor yang belum sepenuhnya tertangani.***















