253 Tahun Desa Cinagara, Warga Sampaikan Aspirasi Jalan dan Alun-alun kepada Bupati

KUNINGANSATU.COM,- Syukuran Hari Jadi atau Milangkala Desa Cinagara ke-253 di Kecamatan Lebakwangi, Kabupaten Kuningan, Selasa (15/9/2026), tak sekadar menjadi perayaan usia desa.

Di hadapan warga, momentum tersebut justru dimanfaatkan Pemerintah Desa Cinagara untuk menyampaikan capaian pembangunan sekaligus mengajukan sejumlah kebutuhan yang masih harus ditangani pemerintah daerah.

Kegiatan yang berlangsung di depan Balai Desa Cinagara itu dihadiri Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., jajaran pemerintah daerah, unsur Forkopimcam, anggota DPRD Kabupaten Kuningan, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta masyarakat Desa Cinagara.

Kuwu Cinagara Tarya Somantri mengatakan, Milangkala merupakan pesta masyarakat yang rutin digelar setiap tahun. Tahun ini, peringatan tersebut sekaligus menjadi ruang silaturahmi antara pemerintah desa, pemerintah daerah dan masyarakat.

“Intina ieu teh pesta masyarakat Pak, anu dilaksanakeun tiap tahun. Sesuai tadi anu didugikeun ku Pak Ulis, tos ditetepkeun tanggal 15 September Hari Jadi Cinagara,” kata Tarya.

Dalam kesempatan itu, Tarya memaparkan sejumlah pembangunan yang telah diterima Desa Cinagara. Salah satunya dukungan APBD Kabupaten Kuningan untuk penanganan bencana longsor melalui pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di Dusun Kaliwon dan Dusun Parancan.

Dukungan pembangunan juga datang melalui pokok-pokok pikiran anggota DPRD Kabupaten Kuningan. Sejumlah program diarahkan untuk menunjang kebutuhan infrastruktur desa, seperti jalan, jembatan dan jalan usaha tani.

Pada 2026, Desa Cinagara juga mencatat sejumlah pembangunan lain, di antaranya peningkatan jalan, bantuan rumah tidak layak huni (RTLH), hingga pengecoran ruas jalan Cinagara-Buniasih.

Meski demikian, Tarya menyebut masih ada kebutuhan infrastruktur yang memerlukan perhatian. Salah satunya ruas jalan Cinagara-Langseb yang menurutnya perlu mendapat penanganan karena kondisi jalan dan drainase serta aktivitas kendaraan bertonase besar.

“Kumargi Cinagara-Langseb teh labil Pak, drainasena ge masih di handap jalan. Hoyong mah dibeton kitu tah dugi ti Cinagara ka Langseb,” ujarnya.

Pemdes Cinagara juga mengusulkan penataan kawasan alun-alun desa. Selain menjadi ruang publik, kawasan tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat dan membuka ruang lebih luas bagi pelaku UMKM.

Pembenahan kawasan alun-alun bahkan telah mulai dilakukan secara bertahap menggunakan Pendapatan Asli Desa (PAD), antara lain melalui perbaikan pagar dan pemasangan paving block.

“Manawi malam Sabtu aya pasar Pak di alun-alun teh, kanggo masihan peluang UMKM anu aya di Desa Cinagara,” tutur Tarya.

Menanggapi aspirasi tersebut, Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menyebut Milangkala ke-253 harus menjadi momentum evaluasi perjalanan Desa Cinagara.

Menurutnya, usia 253 tahun menunjukkan panjangnya perjalanan sejarah desa yang tidak terlepas dari tradisi, budaya dan berbagai capaian masyarakat.

“Urang kedah ngemut, mun ceuk basa keren mah kedah evaluasi tos 253 tahun. Artina ieu desa penuh sajarah, pinuh ku prestasi, pinuh ku tradisi sareng budaya,” kata Dian.

Dalam momentum tersebut, Bupati juga menyampaikan sejumlah dukungan yang akan diarahkan untuk masyarakat Desa Cinagara.

Salah satunya program perbaikan rumah tidak layak huni. Sebanyak 10 unit RTLH di Desa Cinagara direncanakan mendapatkan bantuan dengan nilai sekitar Rp20 juta per rumah.

Jika seluruh bantuan tersebut terealisasi, nilai dukungannya mencapai sekitar Rp200 juta.

“Sok mangga ku Pak Kuwu didata mana bae rumah tidak layak huni wargana di Cinagara. Ku abdi insyaallah sasih enjing ngawitan dilereskeun,” ungkap Dian.

Selain sektor perumahan, dukungan juga diarahkan kepada sektor pertanian. Melalui Baznas, bantuan untuk Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Cinagara direncanakan sekitar Rp250 juta.

Bantuan tersebut akan diarahkan untuk menunjang kebutuhan petani, termasuk pupuk dan sarana pendukung kegiatan pertanian.

Dian mengatakan, berbagai dukungan pembangunan tersebut diberikan secara bertahap dengan mempertimbangkan kemampuan anggaran pemerintah daerah.

Ia juga mengingatkan bahwa pembangunan desa tidak hanya bergantung kepada pemerintah. Peran masyarakat melalui gotong royong dan kekompakan dinilai menjadi bagian penting dalam menjawab berbagai persoalan pembangunan.

“Upami urang teu guyub teu kompak mah sesah ngabangunna oge. Sami oge abdi sabagi Bupati, seueur pekerjaan rumah anu kedah diselesaikan,” ujarnya.

Menurut Dian, masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang harus ditangani, mulai dari persoalan infrastruktur jalan, kemiskinan hingga lapangan pekerjaan.

Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa dan masyarakat diperlukan agar program pembangunan dapat berjalan sesuai kebutuhan warga.

Milangkala Desa Cinagara ke-253 sebelumnya telah berlangsung selama sembilan malam. Berbagai kegiatan masyarakat digelar untuk memeriahkan peringatan hari jadi desa, mulai dari lomba karaoke, calung, pencak silat hingga kreasi seni dari berbagai blok.

Puncak peringatan kemudian dirangkaikan dengan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes). Forum tersebut menjadi ruang untuk membahas arah pembangunan sekaligus penganggaran Desa Cinagara untuk 2027 hingga 2028.

Bupati berharap peringatan Milangkala tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Bertambahnya usia desa harus menjadi kesempatan bagi seluruh masyarakat untuk melihat kembali apa yang telah dilakukan sekaligus menentukan langkah pembangunan berikutnya.

“Ulah saukur kariyaan bae, tapi anu terpenting urang introspeksi, urang ngarenung sapira sejauh mana urang tos berbuat kanggo Desa Cinagara,” pungkasnya.

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup