Berdiri Sejak 1972, Ini Sejumlah Nama yang Pernah Duduki Pucuk Pimpinan Bappenda Kuningan!

KUNINGANSATU.COM,- Lembaga pengelola pendapatan daerah di Kabupaten Kuningan memiliki perjalanan panjang sejak awal pembentukannya pada era 1970-an. Berdasarkan dokumen resmi, keberadaan institusi ini berawal dari masa Bupati R. Aruman Wiranaggapati melalui SK Nomor 85/UP/12-SK/1970, ketika urusan pendapatan masih berada di bawah Biro Keuangan Sekretariat Pemerintah Kabupaten.

Setelah berjalan dua tahun, kebijakan besar dilakukan pada 30 Maret 1972, saat Pemerintah Kabupaten Kuningan memisahkan Bagian Pendapatan dan membentuk lembaga mandiri bernama Dinas Perpajakan dan Pendapatan melalui SK Nomor 17/SK/Kab.UP.4/1972. Pemisahan itu mulai berlaku 1 April 1972, yang kemudian menjadi tonggak sejarah berdirinya institusi pengelola pendapatan daerah. Pada hari yang sama, SK Nomor 39/KP.1/SK/72 diterbitkan untuk menetapkan struktur dan personalia, dengan Idrus ditunjuk sebagai kepala dinas pertama.

Seiring perkembangan regulasi nasional, pada tahun 1978 pemerintah pusat menetapkan SK Mendagri Nomor KUPD/713/41–44 tentang penyeragaman organisasi dinas pendapatan daerah. Menindaklanjuti hal tersebut, Pemkab Kuningan mengesahkan Perda Nomor 17/DP/003/XII/1978 yang kemudian disahkan oleh Gubernur Jawa Barat dan diundangkan pada 1979. Regulasi ini menjadi legitimasi formal Dipenda Kuningan sebagai perangkat daerah yang mengelola pajak dan pendapatan daerah.

Perubahan signifikan kembali terjadi pada 2016 setelah berlakunya UU Nomor 23 Tahun 2014 dan PP Nomor 18 Tahun 2016. Dalam penataan perangkat daerah tersebut, Dipenda resmi berubah nama menjadi Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) melalui Perda Kabupaten Kuningan Nomor 5 Tahun 2016 dan Peraturan Bupati Nomor 60 Tahun 2016. Perubahan nomenklatur ini dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan organisasi yang lebih efektif, efisien, dan modern dalam pengelolaan keuangan daerah.

Sejak 1972 hingga kini, tercatat 20 tokoh birokrasi telah menjabat sebagai kepala Dipenda/Bappenda. Dimulai dari Idrus (1972-1974), disusul Drs. Karjana (1975, PJS), Drs. Harsa Sutisna Winata (1975, PJS), MS. Wangsa Praja (1975-1977), Suyana, BA (1977-1980), P. Supardi, BA (1980-1982), Dodo Sutjarda Sukmadjati, SH (1982-1994), H. Djadjang Syartum (1994-1996), Uha Suhardi (1996-1998), Drs. H. Rustana Dipradja (1999-2001), Drs. H. Momon Rochmana, MM (2001-2004), Drs. H. Yuyun Nasrudin, M.Pd (2004-2006), Drs. H. Djamaluddin Noer, MM (2006-2009), Drs. Didi Suhendi (2009-2010), Drs. A. Taufik Rohman, M.Si, M.Pd (2010-2013), Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si (2013-2016), serta Dr. A. Taufik Rohman kembali menjabat pada 2016-2019 saat terjadi perubahan nomenklatur menjadi Bappenda. Setelah itu, jabatan diteruskan oleh Drs. Apang Suparman, M.Si (2020-2021), lalu Guruh Irawan Zulkarnaen, S.STP, M.Si (2022-2024), dan kini Bappenda dipimpin oleh Drs. Laksono Dwi Putranto, M.Si yang mulai menjabat pada tahun 2025 hingga sekarang.

Deretan nama tersebut menggambarkan dinamika panjang perjalanan institusi yang telah mengelola pendapatan daerah selama lebih dari lima dekade. Dari sebuah bagian kecil pada Biro Keuangan hingga menjadi lembaga strategis bernama Bappenda, perjalanan ini menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten Kuningan dalam memperkuat tata kelola fiskal demi mendukung pembangunan daerah.***

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar

  1. Laura173

    https://shorturl.fm/JDhys

    Reply
Sudah ditampilkan semua
Tutup