Industri Maju, Lingkungan Tetap Terjaga! Satria Rizky Sebut Kuncinya Ada di RTRW

KUNINGANSATU.COM,- Penataan ruang yang tepat dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun industri berteknologi tinggi tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan. Gagasan tersebut mengemuka dalam seminar strategis bertaraf internasional yang dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Kuningan Fraksi Partai Golkar, Satria Rizky Utama, dengan menghadirkan akademisi sekaligus pakar asal Tiongkok, Professor Wu Nan, sebagai pembicara utama Jum’at (24/7/26)

Seminar tersebut membahas perkembangan High Technology Manufacturing di Tiongkok, khususnya di Provinsi Hunan, yang dinilai berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga kualitas lingkungan melalui penerapan Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) yang terencana dan konsisten.

Dalam paparannya, Professor Wu Nan menjelaskan bahwa transformasi industri berbasis teknologi tinggi telah meningkatkan pendapatan masyarakat, membuka lapangan kerja berkualitas, serta memperkuat penerimaan negara dan daerah. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kebijakan tata ruang yang mampu mengatur lokasi industri secara tepat sehingga pembangunan ekonomi tetap berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan.

Satria Rizky Utama mengatakan, pengalaman Tiongkok memberikan pelajaran berharga bagi daerah-daerah di Indonesia, termasuk Kabupaten Kuningan, yang tengah berupaya meningkatkan daya saing investasi.

“Pelajaran penting yang disampaikan Professor Wu Nan adalah bagaimana tata ruang yang presisi mampu menyelaraskan pertumbuhan industri berteknologi tinggi dengan perlindungan lingkungan hidup,” ujar Satria.

Ia menilai, kepastian hukum melalui RTRW yang jelas akan memberikan rasa aman bagi investor sekaligus memastikan pembangunan tidak merusak kawasan yang memiliki nilai ekologis.

“Melalui RTRW yang baik, zonasi industri berteknologi tinggi diatur secara ketat sehingga tidak mengorbankan ekosistem, namun justru mengoptimalkan penerimaan negara dan daerah secara signifikan,” katanya.

Menurut Satria, pengalaman Provinsi Hunan, khususnya Kota Changsha, menunjukkan bahwa industrialisasi modern dapat berjalan beriringan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan apabila didukung perencanaan ruang yang matang.

Ia berharap wawasan yang diperoleh dari seminar tersebut dapat menjadi referensi dalam penyusunan maupun evaluasi Peraturan Daerah tentang RTRW di Kabupaten Kuningan. Dengan demikian, arah pembangunan daerah mampu menarik investasi bernilai tinggi, meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

“Pengalaman Provinsi Hunan, khususnya Kota Changsha, menunjukkan kepada kita bahwa industri modern dan tata ruang yang lestari dapat berjalan saling mendukung. Wawasan ini sangat relevan bagi Kabupaten Kuningan dalam merumuskan dan mengevaluasi Perda RTRW ke depan agar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan PAD, dan tetap menjaga kelestarian lingkungan Kuningan,” tegasnya.

Satria menambahkan, partisipasinya dalam seminar internasional tersebut diharapkan dapat memperkaya perspektif Fraksi Partai Golkar dan DPRD Kabupaten Kuningan dalam merumuskan kebijakan strategis terkait penataan ruang, investasi, serta pembangunan ekonomi yang berorientasi pada keberlanjutan.

Kegiatan itu juga diabadikan melalui sesi foto bersama antara Satria Rizky Utama dan Professor Wu Nan dengan latar belakang materi mengenai modernisasi komprehensif dan pengembangan manufaktur berteknologi tinggi, sebagai simbol pertukaran gagasan dan pengalaman lintas negara.

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar

  1. Zoe505

    https://shorturl.fm/Qq0qe

    Reply
Sudah ditampilkan semua
Tutup