Ajang Bergengsi Tapak Suci Jabar Digelar di UM Kuningan, 67 Peserta Perebutkan Kenaikan Tingkat
KUNINGANSATU.COM,- Universitas Muhammadiyah Kuningan (UM Kuningan) dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Tapak Suci Putera Muhammadiyah Jawa Barat yang berlangsung selama dua hari, 25–26 Juli 2026. Sebanyak 67 peserta dari 14 Pimpinan Daerah (Pimda) Tapak Suci se-Jawa Barat mengikuti agenda pembinaan yang menjadi tahapan penting sebelum naik ke jenjang tingkat berikutnya.
Kegiatan yang digelar di Kampus UM Kuningan tersebut dibuka secara resmi dan dihadiri Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Barat Prof. Dr. H. Ahmad Dahlan, M.Ag., Ketua Pimpinan Wilayah Tapak Suci Jawa Barat H. Mus Suherman, P.Ua., Rektor UM Kuningan Dr. apt. Wawang Anwarudin, M.Sc., jajaran pimpinan Muhammadiyah, pimpinan Tapak Suci dari berbagai daerah, para pendekar, kader, hingga tamu undangan.
Dalam sambutannya, Ketua PWM Jawa Barat Prof. Ahmad Dahlan menegaskan bahwa Tapak Suci tidak hanya menjadi wadah pembelajaran bela diri, tetapi juga sarana pembentukan karakter dan pengabdian.
Ia mengajak seluruh peserta menjadikan Tapak Suci sebagai bagian dari visi hidup. Menurutnya, seorang kader Tapak Suci harus mampu menghadirkan manfaat bagi masyarakat, menjadi teladan dalam akhlak, serta berkontribusi bagi Persyarikatan Muhammadiyah maupun bangsa.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Tapak Suci Jawa Barat H. Mus Suherman menjelaskan bahwa Ujian Kenaikan Tingkat merupakan proses evaluasi menyeluruh terhadap penguasaan teknik, materi keilmuan, hingga kesiapan mental peserta sebelum dinyatakan layak menyandang tingkat yang lebih tinggi.
“Prestasi harus berjalan beriringan dengan keilmuan dan pembinaan karakter. Dari proses ini diharapkan lahir kader Tapak Suci yang unggul, berintegritas, dan menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan,” ujarnya.
Dukungan terhadap pengembangan Tapak Suci juga ditegaskan Rektor UM Kuningan Dr. apt. Wawang Anwarudin. Ia mengatakan, kampusnya berkomitmen menjadikan Tapak Suci sebagai bagian dari pembinaan mahasiswa.
Menurutnya, Tapak Suci telah diintegrasikan ke dalam mata kuliah di UM Kuningan sehingga mahasiswa tidak hanya mempelajari seni bela diri, tetapi juga mengikuti pembinaan berkelanjutan beserta Ujian Kenaikan Tingkat yang dilaksanakan secara berkala setiap semester.
Ketua Panitia Pelaksana Ridwan Hadisantoso, M.Pd.P., M.A., melaporkan bahwa UKT tahun ini diikuti 67 peserta yang berasal dari 14 Pimpinan Daerah Tapak Suci di Jawa Barat. Mereka menjalani serangkaian tahapan pengujian yang dirancang untuk mengukur kemampuan teknis, pemahaman keilmuan, mental, serta kesiapan sebagai kader pada tingkat yang lebih tinggi.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai materi dan pengujian sesuai standar Tapak Suci Putera Muhammadiyah. Proses tersebut menjadi bagian dari sistem pembinaan berkelanjutan guna mencetak pendekar yang tidak hanya tangguh dalam kemampuan bela diri, tetapi juga memiliki akhlak mulia, berilmu, berintegritas, serta mampu mengamalkan nilai-nilai Islam dan Muhammadiyah dalam kehidupan bermasyarakat.
Melalui penyelenggaraan UKT di UM Kuningan, diharapkan sinergi antara perguruan tinggi Muhammadiyah dan Tapak Suci semakin kuat dalam mencetak generasi muda yang unggul, berkarakter, serta siap mengabdikan diri untuk umat, persyarikatan, dan bangsa.
















