Selebgram Asep Loverz Punya Cara Bawa UMKM Kuningan “Melesat”

KUNINGANSATU.COM – Bagi pengguna media sosial di Kuningan, nama Asep Ayip Madraip bukan lagi sosok yang asing. Ia lebih dikenal dengan nama Asep Loverz, seorang selebgram yang cukup aktif membuat konten dan berinteraksi dengan masyarakat melalui dunia digital.

Namun, aktivitas Asep di media sosial kini tak sekadar berkutat pada konten dan popularitas. Ia mencoba membawa pengaruhnya ke ruang yang lebih luas, salah satunya dengan ikut mempromosikan produk-produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kuningan.

Dengan memanfaatkan media sosial sebagai ruang promosi, Asep membantu memperkenalkan beragam produk lokal kepada masyarakat agar semakin Melesat seperti tagline Kuningan saat ini. Mulai dari bawang, pakaian, jilbab hingga parfum menjadi bagian dari produk yang ia ikut dorong melalui konten.

Bagi Asep, media sosial memiliki kekuatan besar untuk mempertemukan produk dengan konsumen. Apalagi, pola masyarakat dalam mencari informasi dan berbelanja kini semakin banyak bergeser ke ruang digital.

Karena itu, popularitas yang dimilikinya sebagai Asep Loverz menurutnya bisa dimanfaatkan bukan hanya untuk kepentingan personal, tetapi juga menjadi jembatan bagi pelaku UMKM agar produknya semakin dikenal.

Saat ditemui di kawasan Puspa Langlangbuana, Sabtu (12/9/2026), Asep menilai perkembangan UMKM Kuningan saat ini sudah semakin maju. Kreativitas pelaku usaha tumbuh, jenis produk semakin beragam, dan promosi pun mulai dilakukan dengan berbagai cara.

Meski demikian, menurutnya masih ada persoalan yang cukup terasa, yakni daya beli masyarakat.

“Udah tambah maju sih. Cuman daya belinya kurang,” ujar Asep.

Menurutnya, kemajuan UMKM tidak cukup hanya dilihat dari semakin banyaknya produk yang dihasilkan. Produk yang bagus tetap membutuhkan konsumen agar usaha bisa terus berputar.

Karena itu, ia berharap dukungan terhadap pelaku UMKM Kuningan dapat terus diperkuat, terutama dalam hal promosi, pemasaran dan membuka akses pasar yang lebih luas.

“Ya harus tambah support lagi buat ngebantu para UMKM Kuningan,” katanya.

Asep sendiri mencoba memberikan dukungan tersebut melalui kekuatan media sosial yang selama ini menjadi ruang aktivitasnya. Bahkan, ia menyebut telah menjalin kolaborasi dengan aktor Yannez Hendrawan untuk membantu memperkenalkan produk UMKM kepada masyarakat yang lebih luas.

Kolaborasi dengan figur publik, menurut Asep, dapat menjadi salah satu strategi untuk membuat produk lokal memiliki jangkauan promosi yang lebih besar. Produk Kuningan tidak harus berhenti dikenal oleh masyarakat Kuningan, tetapi juga harus berani diperkenalkan ke luar daerah.

Bagi Asep Loverz, UMKM Kuningan sebenarnya memiliki potensi yang cukup besar. Tantangannya adalah bagaimana mempertemukan produk tersebut dengan pasar.

Pandangan itu juga ia kaitkan dengan kondisi sejumlah ruang publik yang menjadi tempat berkumpulnya masyarakat sekaligus lokasi aktivitas ekonomi pelaku usaha.

Asep melihat kawasan Puspa Langlangbuana mulai menunjukkan geliat. Masyarakat, menurutnya, perlahan mulai kembali datang dan beraktivitas.

“Pengunjung udah mulai, udah mulai berani,” ujarnya.

Namun, ketika ditanya mengenai kawasan yang masih dinilai kurang dari sisi kunjungan, Asep menyebut Taman Kota Kuningan atau Tamkot.

“Tamkot,” jawabnya.

Menurut Asep, persoalan yang perlu diperhatikan bukan hanya keberadaan pedagang, tetapi bagaimana mendatangkan pembeli.

“Pembelinya,” kata Asep ketika ditanya mengenai penyebab kurangnya pengunjung di kawasan tersebut.

Menurutnya, keberadaan ruang ekonomi harus diikuti dengan aktivitas yang mampu menghadirkan masyarakat. Semakin ramai pengunjung, semakin besar pula peluang pelaku UMKM mendapatkan konsumen.

Karena itu, event, aktivitas kreatif, hiburan dan promosi menjadi bagian penting untuk menghidupkan sebuah kawasan. Keramaian bukan sekadar persoalan jumlah orang yang datang, tetapi juga bagaimana keramaian tersebut mampu menciptakan perputaran ekonomi.

Di sisi lain, Asep juga tidak ingin produk UMKM Kuningan hanya mengandalkan pasar lokal. Ia mendorong pelaku usaha untuk mulai berani membawa produknya ke luar daerah.

Salah satu langkah yang tengah dipersiapkan adalah mengikuti kegiatan di Sukabumi. Melalui kegiatan tersebut, produk UMKM Kuningan diharapkan dapat diperkenalkan kepada masyarakat di luar daerah sekaligus membuka peluang pasar baru.

Bagi Asep, memperluas pasar menjadi hal penting karena UMKM tidak cukup hanya kuat dalam produksi. Produk juga harus memiliki kemampuan untuk bersaing dalam pemasaran.

Di sinilah peran media sosial menjadi semakin penting. Produk yang sebelumnya hanya dikenal di lingkungan tertentu kini dapat diperkenalkan kepada masyarakat yang jauh lebih luas hanya melalui sebuah konten.

Asep Loverz pun mencoba mengambil peran di ruang tersebut. Sebagai selebgram, ia memiliki akses untuk menjangkau masyarakat melalui konten-konten yang dibuatnya. Popularitas tersebut ia coba arahkan untuk ikut membantu produk lokal mendapatkan perhatian.

Pada akhirnya, menurut Asep, persoalan UMKM bukan hanya soal bagaimana membuat produk, tetapi bagaimana produk itu bisa dikenal, memiliki pasar dan menghasilkan transaksi.

Ia berharap pemerintah dan berbagai pihak terus memberikan dukungan kepada pelaku UMKM, baik melalui promosi, event, akses pemasaran maupun berbagai program yang mampu mendorong daya beli masyarakat.

Sebab, semakin luas pasar yang bisa dijangkau dan semakin kuat daya beli masyarakat, semakin besar pula peluang UMKM Kuningan tumbuh dan ikut menggerakkan perekonomian daerah.

“Udah tambah maju sih. Cuman daya belinya kurang. Ya harus tambah support lagi buat ngebantu para UMKM Kuningan,” pungkas Asep Loverz.

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup