Bola Dunia Kuningan Jadi Sorotan, Koti PP Beri Peringatan: Jangan Ada Pengrusakan!

KUNINGANSATU.COM,- Polemik revitalisasi monumen Bola Dunia di Kabupaten Kuningan terus bergulir. Di tengah perdebatan mengenai konsep revitalisasi, fungsi pembangunan hingga penggunaan anggaran, Keluarga Besar Komando Inti Mahatidana (Koti) MPC Pemuda Pancasila Kuningan mengingatkan agar penyampaian aspirasi tidak berujung pada tindakan pengrusakan fasilitas.

Sikap tersebut disampaikan Dankoti MPC Pemuda Pancasila Kuningan, Asep Hermansyah, saat ditemui di MPC Pemuda Pancasila Kuningan, Minggu (6/9/2026). Dalam kesempatan itu, Asep hadir bersama Wadan serta para Kabag Koti MPC Pemuda Pancasila Kuningan.

Asep mengatakan, penyampaian pendapat dan kritik terhadap kebijakan pemerintah merupakan hak masyarakat. Termasuk dalam persoalan revitalisasi Bola Dunia yang belakangan menjadi perhatian publik.

Namun, ia mengingatkan agar kebebasan menyampaikan aspirasi tetap dilakukan dengan cara yang tertib dan tidak merusak fasilitas.

“Untuk Bung Atang boleh aspirasi bebas, cuman tolong jangan ada pengrusakan,” ujar Asep.

Menurut Asep, perbedaan pandangan mengenai revitalisasi Bola Dunia merupakan hal yang wajar. Perbedaan tersebut, kata dia, seharusnya dapat diselesaikan melalui komunikasi dan musyawarah sehingga tidak berkembang menjadi persoalan yang mengganggu keamanan serta ketenteraman masyarakat.

Ia menegaskan, Koti MPC Pemuda Pancasila Kuningan tidak mempersoalkan adanya kritik maupun aspirasi dari masyarakat. Yang menjadi perhatian, kata Asep, adalah cara penyampaian aspirasi agar tetap berada dalam koridor yang tidak menimbulkan kerusakan ataupun konflik.

“Kami sebagai warga Kabupaten Kuningan siap menjaga keamanan, kenyamanan dan ketentraman di Kabupaten Kuningan,” tegasnya.

Selain mengimbau agar tidak terjadi pengrusakan, Asep juga meminta Saudara Atang menyikapi polemik tersebut secara bijaksana. Ia berharap apabila terdapat tindakan atau pernyataan yang dinilai keliru, hal tersebut dapat diakui dan disertai permohonan maaf secara terbuka.

“Kami minta saudara Atang mengakui kesalahan dan kekhilafan yang diperbuat, sampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada publik,” katanya.

Asep menilai, penyelesaian persoalan secara terbuka dan dewasa diperlukan untuk meredakan polemik yang berkembang. Menurutnya, permohonan maaf juga dapat menjadi bagian dari tanggung jawab moral apabila memang terdapat tindakan atau pernyataan yang menimbulkan reaksi di tengah masyarakat.

Polemik Bola Dunia saat ini tidak hanya menyangkut keberadaan fisik monumen. Perdebatan juga berkembang pada sejumlah aspek, mulai dari konsep revitalisasi, fungsi pembangunan, penggunaan anggaran hingga keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan.

Karena itu, Koti MPC Pemuda Pancasila Kuningan mengajak seluruh pihak mengedepankan komunikasi dan musyawarah dalam menyikapi persoalan tersebut.

Asep kembali menegaskan bahwa keamanan dan ketenteraman daerah merupakan tanggung jawab bersama. Ia menyatakan Koti MPC Pemuda Pancasila Kuningan siap mengambil bagian dalam menjaga kondusivitas Kabupaten Kuningan.

“Kami berharap persoalan ini bisa diselesaikan secara dewasa. Silakan menyampaikan aspirasi, tetapi jangan sampai perbedaan pendapat justru menimbulkan kerusakan atau konflik di tengah masyarakat,” pungkasnya.

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup