Viral! Jalan Penghubung Tiga Desa Hancur Parah, HIRACIKA Minta Pemerintah Jangan Tutup Mata

KUNINGANSATU.COM,- Infrastruktur jalan yang layak merupakan hak mendasar bagi setiap warga negara guna menunjang roda perekonomian, pendidikan, dan kesehatan. Namun, realita pahit harus ditelan oleh masyarakat di wilayah pelosok Kabupaten Kuningan, khususnya yang melintasi jalur penghubung Desa Kalimanggis, Desa Kadurama, hingga Desa Pamijahan. Jalan poros kabupaten yang berstatus sebagai urat nadi aktivitas warga tersebut kini berada dalam kondisi rusak ekstrem dan sangat memprihatinkan.

Berdasarkan pantauan langsung dan aduan masyarakat, kerusakan jalan ini telah mencapai tingkat yang membahayakan keselamatan pengguna jalan. Konstruksi aspal telah mengelupas sepenuhnya di banyak titik, menyisakan batu-batu tajam yang berserakan serta lubang-lubang besar yang mendalam. Kondisi ini kian memburuk saat intensitas hujan tinggi, di mana jalanan berubah wujud menjadi kubangan air keruh yang menyerupai empang, menutup titik-titik lubang dalam dan menjebak para pengendara.

Dampak Nyata dan Kekurangan di Lapangan, mencatat beberapa potret kegagalan pemeliharaan infrastruktur dan kerugian yang nyata dialami oleh masyarakat setempat akibat pembiaran ini:

1. Ancaman keselamatan jiwa: Pengendara motor sering tergelincir bebatuan lepas atau terperosok ke dalam lubang dalam yang tertutup genangan air.

2. Ketimpangan pembangunan: Munculnya kesan pembiaran dari pemerintah daerah terhadap desa-desa yang jauh dari pusat kota, seolah kemajuan infrastruktur hanya milik kawasan perkotaan saja.

Kami mengecam keras sikap lambat dan kesan menutup mata dari pemerintah daerah. Jangan sampai jarak yang jauh dari pusat kota dijadikan pembenaran atas lambatnya respons terhadap jeritan warga. Jalan ini bukan fasilitas pelengkap, ini adalah jalur logistik utama, akses anak-anak kami pergi sekolah, dan akses medis darurat. Pemerintah tidak boleh apatis!

Menyikapi keresahan mendalam dan aspirasi murni dari masyarakat Kalimanggis, dengan ini menegaskan tuntutan kepada Pemerintah Kabupaten Kuningan beserta Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) untuk:

1. Melakukan Langkah Taktis Segera (Jangka Pendek): Melakukan pengurukan dan perataan lubang-lubang ekstrem dalam waktu dekat demi meminimalisir angka kecelakaan sebelum perbaikan permanen dilakukan.

2. Alokasi Anggaran dan Rekonstruksi Total (Jangka Menengah): Memasukkan proyek rekonstruksi jalan poros ini ke dalam skala prioritas anggaran perubahan atau percepatan daerah dengan spesifikasi jalan yang kokoh.

3. Pemerataan Pembangunan: Menghapus sekat yang membuat desa-desa pinggiran terisolasi dari perhatian pembangunan fisik pemerintah daerah.

Kami akan terus mengawal isu bersama masyarakat dan mengonsolidasikan gerakan bersama masyarakat desa jika dalam jangka waktu dekat tidak ada itikad baik atau peninjauan langsung secara nyata dari dinas terkait ke lokasi jalan tersebut. Hak warga atas jalan yang aman tidak boleh ditawar lagi.

Oleh : Ilham , Ketua hiracika

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup