Warga Lereng Ciremai Dapat Pembekalan Khusus, BAZNAS Kuningan Siapkan Kampung Tangguh Bencana
KUNINGANSATU.COM,- Komitmen memperkuat kesiapsiagaan masyarakat di wilayah rawan bencana terus dilakukan BAZNAS Kabupaten Kuningan melalui BAZNAS Tanggap Bencana (BTB). Kali ini, sosialisasi Program Kampung Tanggap Bencana (KATANA) digelar di Desa Sangkanherang, Kecamatan Jalaksana, Selasa (28/7/2026), sebagai upaya meningkatkan kapasitas warga yang bermukim di kawasan lereng Gunung Ciremai.
Pelaksanaan kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas arahan Pemerintah Kabupaten Kuningan sekaligus mendukung Surat Edaran Bupati Kuningan Nomor 500.10.2.1/25/PEREKONOMIAN/2026 mengenai kewaspadaan terhadap aktivitas vulkanik Gunung Ciremai. Melalui sosialisasi tersebut, masyarakat diberikan pemahaman mengenai langkah-langkah mitigasi serta kesiapan menghadapi kemungkinan terjadinya bencana.
Ketua BAZNAS Kabupaten Kuningan, H. Yusron Kholid, S.Ag., M.Si., menjelaskan bahwa Program KATANA menjadi salah satu bentuk penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang diarahkan untuk mendukung aspek kemanusiaan, khususnya pengurangan risiko bencana.
Menurutnya, BAZNAS tidak hanya berperan menghimpun dana umat, tetapi juga memastikan manfaatnya dirasakan masyarakat melalui berbagai program yang berdampak langsung, termasuk penguatan kesiapsiagaan di wilayah rawan bencana.
“Kegiatan mitigasi ini merupakan ikhtiar bersama. Musibah memang merupakan kehendak Allah SWT, tetapi sebagai manusia kita diwajibkan untuk berusaha dan meningkatkan kewaspadaan. Melalui Program Kampung Tanggap Bencana ini, masyarakat diharapkan lebih siap menghadapi berbagai kemungkinan,” ujar Yusron.
Ia juga mengajak masyarakat yang telah memenuhi ketentuan untuk menunaikan zakat, serta memperbanyak infak dan sedekah sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, S.STP., mengapresiasi kolaborasi yang dibangun BAZNAS dalam mendukung penguatan budaya sadar bencana di tengah masyarakat.
Ia menilai warga yang tinggal di kawasan dengan tingkat risiko tinggi harus memiliki kesadaran terhadap potensi bencana, ketangguhan mental, pengetahuan yang memadai, serta kemampuan melakukan tindakan cepat saat kondisi darurat.
“Kita hidup di wilayah yang memiliki potensi bencana, sehingga edukasi seperti ini sangat penting untuk membangun kesiapsiagaan masyarakat sejak dini,” katanya.
Apresiasi juga disampaikan Kepala Desa Sangkanherang, Ahmad Suteja. Menurutnya, letak geografis desa yang berbatasan langsung dengan kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai membuat edukasi mitigasi bencana menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat.
“Pembekalan seperti ini sangat bermanfaat bagi warga kami agar lebih memahami langkah-langkah yang harus dilakukan apabila terjadi bencana,” ungkapnya.
Program Kampung Tanggap Bencana (KATANA) merupakan inisiatif nasional BAZNAS RI yang dijalankan secara bertahap di berbagai daerah. Program tersebut berfokus pada penguatan ketangguhan masyarakat berbasis komunitas melalui edukasi, pelatihan, dan peningkatan kapasitas warga dalam mengurangi risiko bencana.
Kegiatan di Desa Sangkanherang turut dihadiri Pimpinan BAZNAS Kabupaten Kuningan Bidang Pendistribusian Asep Z. Fauzi, M.Pd., Pimpinan Bidang SDM Abdul Jalil Hermawan, M.Kom., Pimpinan Bidang Keuangan Adang Romadona, S.Pd.I., M.H.Kes., Komandan BTB Kabupaten Kuningan Moh. Entus, S.Pd., jajaran Forkopimcam Jalaksana, serta tokoh masyarakat setempat.
















