Waduk Darma ‘Diserbu’ Eceng Gondok, Bupati Dian Turun Gunung Pimpin Gerakan GARPU SENDOK
KUNINGANSATU.COM – Hamparan hijau yang tampak menutupi sebagian besar permukaan Waduk Darma bukanlah pemandangan yang menenangkan. Sebaliknya, itu menjadi sinyal ancaman serius. Waduk kebanggaan masyarakat Kuningan tersebut kini tengah dikepung eceng gondok yang terus berkembang dan mengancam fungsi vital waduk sebagai sumber air, kawasan perikanan, hingga destinasi wisata.
Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Kuningan menggelar operasi besar-besaran bertajuk GARPU SENDOK (Gerakan Sapu Bersih Eceng Gondok), Sabtu (13/6/2026). Ratusan personel dari berbagai unsur diterjunkan untuk mengangkat gulma air yang kian menguasai permukaan waduk.
Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, bahkan turun langsung ke lapangan memimpin apel sekaligus ikut membersihkan eceng gondok bersama peserta aksi. Dengan menggunakan perahu dan peralatan seadanya, para petugas berjibaku mengangkat tanaman yang selama ini menjadi momok bagi ekosistem Waduk Darma.
“Kalau dibiarkan, eceng gondok akan menurunkan kualitas air, mempercepat pendangkalan waduk, merusak ekosistem perairan, dan pada akhirnya mengancam sektor pariwisata, perikanan, hingga pertanian yang menjadi sumber penghidupan masyarakat,” ujar Dian.
Operasi penyelamatan waduk ini melibatkan 31 unsur lembaga, instansi, komunitas, TNI, Polri, BUMD, pelaku usaha, kelompok perikanan, hingga masyarakat sekitar waduk. Dukungan juga datang dari sembilan desa penyangga Waduk Darma yang mengerahkan warganya untuk ikut bergotong royong membersihkan gulma tersebut.
Sejumlah alat berat, kapal, perahu, kendaraan angkut, dan armada pengangkut eceng gondok dikerahkan untuk mempercepat proses pembersihan. Koordinasi dilakukan bersama BBWS Cimanuk-Cisanggarung, UPTD PSDA Jawa Barat, BPBD, serta perangkat daerah terkait.
Menurut Dian, persoalan eceng gondok tidak bisa diselesaikan hanya dengan aksi sesaat. Dibutuhkan keterlibatan seluruh pihak secara berkelanjutan agar Waduk Darma tidak kembali “ditawan” oleh pertumbuhan gulma yang sangat cepat tersebut.
“Kami tidak ingin ini hanya menjadi kegiatan seremonial. Semua pihak yang merasakan manfaat dari Waduk Darma harus ikut bertanggung jawab menjaga dan merawatnya,” tegasnya.
Di tengah teriknya matahari, Bupati Dian tampak ikut mengangkat tumpukan eceng gondok bersama anggota TNI, Polri, komunitas lingkungan, dan masyarakat. Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Kuningan itu menjadi penyemangat tersendiri bagi para peserta yang sejak pagi bekerja membersihkan waduk.
Waduk Darma sendiri merupakan salah satu aset strategis Kabupaten Kuningan. Selain menjadi objek wisata unggulan, waduk ini juga menjadi sumber air bagi pertanian dan perikanan masyarakat. Karena itu, ancaman eceng gondok yang terus meluas dinilai tidak boleh dianggap sepele.
Pemkab Kuningan menargetkan penanganan dilakukan secara berkelanjutan melalui evaluasi dan koordinasi rutin. Harapannya, dalam beberapa bulan ke depan kondisi Waduk Darma dapat kembali bersih, produktif, dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan.
Gerakan GARPU SENDOK pun diharapkan menjadi titik awal lahirnya kesadaran kolektif bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama. Sebab jika Waduk Darma terus dikepung eceng gondok, dampaknya tidak hanya dirasakan lingkungan, tetapi juga ekonomi masyarakat yang bergantung pada keberadaan waduk tersebut.***















