Tak Kunjung Padam, Anggota DPR RI Komisi XII Soroti Kebakaran TPSA Ciniru

KUNINGANSATU.COM – Kepulan asap dari kebakaran TPSA Ciniru, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, mulai menjadi perhatian serius. Asap bahkan dilaporkan menyebar hingga ke sejumlah desa dan ruas jalan di sekitar lokasi.

Kondisi tersebut turut mendapat perhatian Anggota DPR RI Komisi XII Fraksi Partai Gerindra, H. Rokhmat Ardiyan, yang datang langsung meninjau lokasi kebakaran pada Rabu (12/8/2026).

Saat berada di kawasan TPSA, Rokhmat mengungkapkan bahwa dampak asap sudah cukup terasa, termasuk ketika dirinya melintas di Jalan Baru Ciniru.

“Betul, saya lewat di Jalan Baru Ciniru, kondisi asap juga sudah menyebar ya di desa-desa dan di jalan cukup parah,” kata Rokhmat saat ditemui di lokasi.

Bagi Rokhmat, persoalan asap tidak bisa dianggap sepele. Selain mengganggu jarak pandang dan aktivitas masyarakat, asap dari kebakaran juga berpotensi menimbulkan dampak terhadap kesehatan warga yang berada di sekitar TPSA.

Di tengah kepulan asap, proses pemadaman terus dilakukan. Rokhmat melihat langsung petugas gabungan dari TNI, Polri, dan Damkar berjibaku menangani kebakaran.

“Saya melihat gerak cepat dari anggota TNI, Polri, serta Damkar yang sudah bekerja,” ujarnya.

Namun, kebakaran kali ini kembali membuka persoalan yang lebih besar, yakni kondisi TPSA Ciniru yang dinilai sudah kelebihan kapasitas.

Rokhmat menyebut TPSA yang memiliki luas sekitar 5,5 hektare tersebut membutuhkan penanganan serius. Menurutnya, persoalan kapasitas dan pengelolaan sampah tidak boleh terus dibiarkan karena berpotensi menimbulkan persoalan lingkungan dan kesehatan.

“TPSA Ciniru yang luasnya 5,5 hektar ini sudah overload, sudah sangat harus ditangani secara serius, secara sungguh-sungguh jangan sampai memiliki dampak yang negatif untuk kesehatan masyarakat dan sekitarnya,” katanya.

Tak hanya memberikan perhatian terhadap kondisi di lapangan, Rokhmat juga mendorong adanya tambahan dukungan kendaraan untuk mempercepat proses pemadaman.

Ia mengaku telah berkoordinasi dengan Dandim dan BPBD agar kendaraan tambahan, termasuk dukungan dari unsur TNI, dapat dikerahkan ke TPSA Ciniru.

“Tadi saya sudah berkoordinasi dengan Pak Dandim, BPBD agar butuh bantuan-bantuan truk selain adanya truk Damkar juga ada BPBD serta dari bantuan dari Yonif, dari Kodim supaya dikerahkan,” ungkapnya.

Menurutnya, pengendalian asap menjadi pekerjaan yang tidak kalah penting dari pemadaman api. Sebab, semakin lama asap bertahan dan menyebar, semakin besar pula potensi gangguan yang dirasakan masyarakat.

“Bagaimanapun asap ini harus segera diatasi secepat-cepatnya, dituntaskan secepat-cepatnya jangan sampai masuk di apa, asap ini bisa mempengaruhi kepada kesehatan masyarakat,” tegas Rokhmat.

Lebih jauh, Rokhmat menilai kebakaran ini harus menjadi momentum untuk mencari solusi terhadap persoalan TPSA Ciniru secara menyeluruh.

Pasalnya, selain sudah overload dan memiliki keterbatasan kapasitas, keberadaan TPSA yang berada di tengah kawasan permukiman membuat persoalan pengelolaan sampah harus mendapat perhatian lintas sektor.

“Jadi ini kondisi darurat ini saya sebagai anggota DPR RI Komisi XII atau Fraksi Partai Gerindra akan terus mengatasi mencari solusi agar TPS yang sudah overload dan sangat terbatas ini dan tentunya di tengah-tengah pemukiman ini kita cari solusinya bersama-sama,” pungkasnya.***

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup