Milad ke-3 IMM Djarnawi Hadikusuma Penuh Makna, Kader Diajak Belajar dan Berbagi

KUNINGANSATU.COM,- Tiga tahun perjalanan Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Djarnawi Hadikusuma Universitas Muhammadiyah Kuningan diperingati dengan cara yang sederhana, tetapi sarat makna.

Mengusung tema “Bukan Apa yang Diberi, Tapi Mengapa Kita Harus Berbagi,” rangkaian Milad ke-3 PK IMM Djarnawi Hadikusuma digelar pada Sabtu, 26 September 2026. Kegiatan tersebut diisi dengan kajian refleksi bersama kader serta santunan dan belajar bersama anak-anak yatim dan dhuafa.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Kajian Refleksi Milad yang diikuti seluruh kader PK IMM Djarnawi Hadikusuma. Kajian ini menjadi ruang bagi para kader untuk menengok kembali perjalanan organisasi sekaligus memahami nilai-nilai yang telah mereka dapatkan selama berproses di IMM.

Ketua Umum PC IMM Kuningan, Roy Aldilah, hadir sebagai pemateri. Dalam kajiannya, ia mengajak kader untuk tidak memandang IMM sekadar sebagai organisasi kemahasiswaan, melainkan sebagai ruang belajar untuk membentuk pribadi yang mampu memberikan manfaat bagi orang lain.

“Sekali ber-IMM, selamanya ber-IMM,” ujar Roy dalam kajian tersebut.

Pesan itu menjadi pengingat bahwa proses seorang kader tidak berhenti ketika masa kepengurusan berakhir. Nilai, pengalaman, serta semangat yang diperoleh selama ber-IMM diharapkan tetap dibawa dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, kehidupan tidak semata-mata tentang kepentingan diri sendiri. Ada tanggung jawab sosial untuk hadir, bergerak, dan memberikan manfaat. Semangat itulah yang kemudian menjadi salah satu dasar dalam kegiatan berbagi yang dilakukan dalam rangkaian Milad.

Usai kajian, para kader PK IMM Djarnawi Hadikusuma melanjutkan kegiatan dengan mengunjungi Yayasan Yatim Dhuafa di Jalan Otista, Lingkungan Pasapen 3 No. 1, Kecamatan Kuningan.

Di tempat tersebut, kader tidak hanya menyerahkan santunan. Mereka juga menghabiskan waktu bersama anak-anak dengan belajar, bermain, berbincang, hingga mendengarkan cerita tentang cita-cita mereka.

Pertemuan itu menghadirkan cerita yang beragam. Ada anak yang bercita-cita menjadi guru, dokter, polisi, pengusaha, serta profesi lainnya.

Bagi para kader IMM, cerita tersebut menjadi pengingat bahwa di balik kesederhanaan kehidupan yang mereka jalani, anak-anak tersebut tetap memiliki mimpi besar tentang masa depan.

Ketua Umum PK IMM Djarnawi Hadikusuma, Roni Ramdani, mengatakan Milad ke-3 tidak seharusnya hanya dimaknai sebagai perayaan bertambahnya usia organisasi.

Menurutnya, momentum tersebut justru menjadi kesempatan bagi kader untuk kembali melihat nilai-nilai yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan organisasi.

“Milad ini bukan hanya tentang bagaimana kita merayakan bertambahnya usia PK IMM Djarnawi Hadikusuma, tetapi bagaimana kita bisa menjadikan usia yang bertambah ini sebagai momentum untuk terus belajar, berbagi, dan memberikan manfaat. Apa yang kita berikan mungkin tidak seberapa, tetapi semoga kehadiran kita bisa memberikan kebahagiaan dan menumbuhkan semangat bagi anak-anak untuk terus belajar dan mengejar cita-citanya,” ujar Roni.

Ia berharap semangat kepedulian yang dibangun melalui kegiatan tersebut tidak berhenti setelah rangkaian Milad selesai. Sebaliknya, berbagi diharapkan dapat menjadi kebiasaan yang melekat dalam kehidupan setiap kader.

“Karena pada akhirnya, bukan tentang seberapa banyak yang kita punya untuk diberikan, tetapi tentang kemauan untuk berbagi dan hadir bagi mereka yang membutuhkan,” tambahnya.

Bagi PK IMM Djarnawi Hadikusuma, tiga tahun bukan sekadar angka yang menandai usia organisasi. Lebih dari itu, tiga tahun menjadi momentum untuk mengukur sejauh mana proses berorganisasi dapat memberikan dampak dan menghadirkan kebermanfaatan bagi lingkungan sekitar.

Melalui rangkaian Milad tersebut, para kader berharap apa yang diberikan kepada anak-anak yatim dan dhuafa dapat menjadi bagian kecil dari perjalanan mereka untuk terus belajar, berani bermimpi, dan mengejar cita-cita.

Sebab, berbagi tidak selalu tentang seberapa besar sesuatu yang diberikan. Terkadang, kehadiran, perhatian, dan kemauan untuk mendengarkan menjadi bagian sederhana yang mampu menumbuhkan harapan.

Dan dari situlah, tiga tahun perjalanan PK IMM Djarnawi Hadikusuma kembali menemukan maknanya: bertumbuh sebagai organisasi, sekaligus belajar menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama.

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup