BKPRMI Kuningan Gelar Seminar UMKM dan Keuangan Syariah, Dorong Literasi Finansial Pelaku Usaha

KUNINGANSATU.COM,- Dewan Pengurus Daerah (DPD) Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Kuningan menggelar Seminar UMKM dan Keuangan Syariah dalam rangka Talkshow Ramadan bertajuk “Cerdas Finansial UMKM Melesat: Meningkatkan Literasi Keuangan Syariah untuk Pengembangan UMKM” di Gedung GOW Kuningan, Rabu (11/3/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah unsur pemerintah dan lembaga keuangan, di antaranya Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan Uu Kusmana yang hadir mewakili Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, Ketua GOW Kuningan Hj. Rini Sujiyanti, perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon Agus Muntholib, perwakilan Bank Indonesia Cirebon Agung selaku pengembang UMKM, Kepala Cabang BSI Kuningan Rizky Bumira Yusufi, serta narasumber Dr. KH. Ahmad Yani, M.Ag. dari UIN Cirebon.

Sekretaris Umum BKPRMI Kuningan Sopian Asep Nugraha mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Milad ke-50 BKPRMI sekaligus upaya meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya pelaku UMKM, terhadap sistem keuangan syariah.

Menurutnya, literasi keuangan syariah di Indonesia masih tergolong rendah dibanding literasi keuangan secara umum.

“Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan tahun 2022 dari OJK, indeks literasi keuangan nasional mencapai 49 persen, sementara literasi keuangan syariah baru sekitar 12 persen. Karena itu kegiatan seperti ini penting untuk menambah pengetahuan masyarakat tentang sistem keuangan syariah,” ujarnya.

Ia berharap melalui kolaborasi BKPRMI dengan GOW Kuningan, kegiatan tersebut dapat menjadi langkah nyata dalam membangun ekosistem UMKM yang lebih kuat, cerdas secara finansial, serta berlandaskan nilai-nilai syariah.

Sopian juga menyebutkan BKPRMI Kuningan saat ini membina sekitar 350 TPA dengan jumlah santri kurang lebih 7.500 orang, termasuk sekitar 630 anak yatim piatu yang juga akan mendapat santunan dalam rangkaian kegiatan milad BKPRMI.

Sementara itu, Sekda Kuningan Uu Kusmana menegaskan bahwa UMKM merupakan tulang punggung perekonomian daerah yang berperan besar dalam membuka lapangan kerja serta memperkuat ekonomi keluarga.

“UMKM di Kabupaten Kuningan jumlahnya cukup besar. Dari pendataan terakhir sekitar 42 ribu unit usaha. Ini merupakan potensi ekonomi kerakyatan yang sangat besar,” kata Uu dalam sambutannya.

Namun demikian, ia mengakui masih banyak pelaku UMKM yang belum memahami pengelolaan keuangan usaha secara baik, termasuk dalam memanfaatkan layanan keuangan syariah.

Menurutnya, sebagian pelaku usaha selama ini hanya fokus pada produksi tanpa memikirkan strategi pengembangan usaha dan pengelolaan keuangan yang lebih profesional.

“Banyak yang penting bisa produksi dan modal kembali. Padahal kalau pengelolaan keuangan baik, usaha bisa berkembang dan memberi kesejahteraan bagi keluarga,” ujarnya.

Ia menambahkan, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kuningan sempat mencapai 10,41 persen pada kuartal pertama 2025, dan setelah koreksi masih berada di kisaran 6,98 persen, yang termasuk terbaik di wilayah Ciayumajakuning.

Selain itu, Pemkab Kuningan juga terus mendorong investasi masuk ke daerah. Pada tahun ini, pemerintah daerah menargetkan investasi sekitar Rp5 triliun yang diperkirakan mampu menyerap 10 hingga 20 ribu tenaga kerja.

“Kalau pengangguran turun, daya beli masyarakat meningkat. Dampaknya kemiskinan juga akan menurun. Di sinilah peran UMKM sangat penting,” pungkasnya.

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup