Percepat Pembangunan Koperasi Merah Putih, Bupati Kuningan Targetkan Beroperasi Agustus

KUNINGANSATU.COM,- Pemerintah Kabupaten Kuningan menggelar rapat koordinasi percepatan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Ruang Rapat Sang Adipati Lantai 2 Gedung Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan, Rabu (25/2/2026). Rapat tersebut dipimpin Bupati Dian Rachmat Yanuar bersama unsur Forkopimda, di antaranya Dandim 0615/Kuningan Hafda Prima Agung, Kajari, kepala perangkat daerah, serta para camat.
Pertemuan itu difokuskan untuk mengakselerasi pembangunan KDMP agar sesuai target operasional pada Agustus 2026.
Bupati Dian Rachmat Yanuar mengatakan, sejumlah persoalan masih ditemui di lapangan, mulai dari pemahaman aparatur desa hingga keterbatasan lahan untuk pembangunan koperasi. Menurutnya, sebagian kepala desa masih mempertanyakan skema penganggaran yang berpotensi berdampak pada alokasi dana desa.
“Masih ada yang belum sepenuhnya memahami program ini, termasuk soal penganggaran dan ketersediaan lahan. Ada desa yang memiliki lahan tetapi kurang strategis, ada pula yang belum memiliki aset sama sekali,” ujarnya usai rapat.
Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah daerah menyiapkan berbagai alternatif, seperti pemanfaatan aset daerah yang tidak terpakai hingga kemungkinan skema tukar guling (ruislag) lahan dengan tetap mengikuti regulasi yang berlaku.
Ia menegaskan, rapat koordinasi akan dilakukan secara berkala sebagai upaya evaluasi agar setiap hambatan dapat segera diintervensi.
“Targetnya Agustus sudah selesai dan mulai beroperasi. Karena itu, prosesnya akan terus kita kawal,” katanya.
Selain pembangunan fisik, Bupati juga menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia pengelola koperasi. Ia mengingatkan agar proses penunjukan pengurus tidak dilakukan secara asal karena keberhasilan koperasi sangat bergantung pada kualitas SDM.
Sementara itu, Dandim 0615/Kuningan Letkol Arh Hafda Prima Agung menyampaikan bahwa percepatan pembangunan KDMP turut mendapat dukungan TNI melalui fungsi pengawasan. Hingga kini, tercatat 376 koperasi telah berbadan hukum di Kabupaten Kuningan, dengan sekitar 171 unit dalam proses pembangunan.
“Peran pemerintah daerah hingga tingkat desa sangat penting agar pembangunan berjalan lancar. Kami dari TNI akan terus mendukung percepatan ini melalui pengawasan bersama,” ujarnya.
Ia menambahkan, desa-desa yang lebih dahulu memulai pembangunan cenderung menunjukkan progres lebih cepat karena sejak awal telah menyambut program tersebut dan belum terdampak kelangkaan material.
Kelangkaan bahan bangunan, terutama material alam akibat penutupan sejumlah aktivitas tambang, diakui menjadi tantangan tersendiri. Namun Forkopimda bersama pemerintah daerah terus berupaya mencari solusi agar pembangunan tidak terhambat.
Program Koperasi Merah Putih sendiri diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi desa melalui berbagai unit usaha, termasuk sektor simpan pinjam dan pangan, sehingga perputaran ekonomi dapat tumbuh dari tingkat bawah.
Dengan koordinasi lintas sektor yang terus diperkuat, pemerintah optimistis target penyelesaian dan operasional KDMP di Kabupaten Kuningan dapat tercapai sesuai rencana.


















