Pesik Kuningan Nyaris Tersingkir! Dian Okta Ungkap Drama di Balik Lolos ke 16 Besar
KUNINGANSATU.COM,- Pelatih Pesik Kuningan, Dian Okta, mengungkapkan rasa syukur usai tim asuhannya memastikan tiket ke babak 16 besar Liga 4 Piala Presiden 2026. Kepastian itu didapat setelah Pesik bermain imbang 1-1 melawan Persibangga Purbalingga pada laga terakhir Grup Q di Stadion Goentoer Darjono, Kabupaten Purbalingga, Senin (15/6/2026).
Dalam wawancara melalui sambungan telepon seusai pertandingan, Dian menyebut keberhasilan tersebut merupakan hasil perjuangan seluruh elemen tim, mulai dari pemain, ofisial, hingga dukungan suporter dan doa masyarakat Kuningan.
“Alhamdulillah, berkat perjuangan semuanya, suporter, terlebih pemain dan ofisial, serta semua yang berjuang. Termasuk yang di rumah melalui doa-doanya. Alhamdulillah kita bisa lolos ke 16 besar,” ujar Dian.
Meski demikian, Dian mengakui ada faktor keberuntungan yang turut mengiringi langkah Pesik. Pasalnya, hasil pertandingan lain di grup turut menentukan nasib tim berjuluk Laskar Kuda Kuning tersebut.
“Meskipun sedikit ada keberuntungan. Tapi bukan berarti anak-anak tidak berusaha. Beruntung karena Cimahi tidak menang. Kalau Cimahi tadi seri juga, kita yang keluar. Namun semuanya tetap diraih berkat kerja keras anak-anak,” katanya.
Menurut Dian, pertandingan melawan Persibangga berlangsung terbuka dan penuh tensi. Bermain di hadapan pendukung lawan, Pesik harus bekerja ekstra untuk mengamankan hasil yang dibutuhkan.
“Lawan juga bermain all out di depan suporternya sendiri karena mereka juga tidak mau kalah,” ucapnya.
Dian juga menyoroti beberapa keputusan di lapangan yang dinilainya merugikan timnya. Namun, ia menegaskan tidak ada indikasi nonteknis dalam jalannya pertandingan.
“Ada beberapa momen yang bisa dicek di siaran ulang. Jaka dijatuhkan tapi tidak ditiup pelanggaran, kemudian Nano dua kali kehilangan keseimbangan karena ada dorongan tetapi tidak dianggap pelanggaran. Hal seperti itu justru membuktikan bahwa tidak ada indikasi apa-apa. Murni permainan terbuka di lapangan,” tegasnya.
Kini, fokus Pesik Kuningan beralih ke babak 16 besar. Dian berharap anak asuhnya mampu tampil lebih baik dan membawa nama baik Jawa Barat di tingkat nasional.
“Mohon doanya supaya kami di 16 besar bisa lebih baik lagi. Sebagai wakil Jawa Barat, kami ingin mengharumkan nama Jabar di pentas nasional,” pungkasnya.
Hasil imbang kontra Persibangga menjadi penutup manis perjalanan Pesik di fase grup. Di tengah tekanan dan ketatnya persaingan, Laskar Kuda Kuningan menunjukkan daya juang tinggi untuk menjaga asa tetap hidup di Liga 4 Piala Presiden 2026.
















