Perpustakaan Jadi Tempat Favorit Baru Anak-Anak Kayuwalang, Ini yang Dilakukan Mahasiswa
KUNINGANSATU.COM,- Upaya meningkatkan minat baca anak-anak terus dilakukan melalui berbagai cara kreatif. Salah satunya dilakukan oleh mahasiswa Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Koriatun Aenun, melalui program Pojok Baca di Pondok Mengaji Perpustakaan 07 Kayuwalang, Kelurahan Karyamulya, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon.
Kegiatan yang berlangsung sejak 27 Juni hingga 12 Juli 2026 tersebut menjadi ruang belajar alternatif bagi anak-anak di lingkungan Pondok Mengaji Perpustakaan 07 Kayuwalang. Program ini dilaksanakan secara rutin pada akhir pekan dengan mengusung konsep belajar sambil bermain.
Pondok Mengaji 07 Kayuwalang sendiri dipimpin oleh Ummi Taqwa Hahuna selaku pemimpin dan pengelola Perpustakaan 07 Kayuwalang dan Pondok Maghrib mengaji. Beliau merupakan salah satu guru yang memberikan akses pendidikan formal dan non formal kepada anak-anak. Pondok mengaji 07 Kayuwalang ini sudah berjalan selama bertahun-tahun. Selain adanya perpustakaan pojok baca, Umi Taqwa serta Ainun juga turut mengajarkan anak-anak Al-Qur’an dan IQRA setiap magrib.
Tidak hanya membaca buku, anak-anak juga diajak mengikuti berbagai kegiatan edukatif dan kreatif, mulai dari menulis, berhitung, menggambar, mewarnai, bercerita, senam bersama, permainan tradisional, hingga menghafal doa-doa dan surat-surat pendek Al-Qur’an.
Suasana belajar yang dibuat lebih santai dan menyenangkan menjadi daya tarik tersendiri bagi para peserta. Anak-anak tidak hanya duduk membaca, tetapi juga aktif berinteraksi, bermain, dan mengekspresikan kreativitasnya selama kegiatan berlangsung.
Koriatun Aenun mengatakan, Pojok Baca tersebut dihadirkan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus upaya menghidupkan kembali fungsi perpustakaan sebagai ruang belajar yang aktif.
“Saya meyakini bahwa membangun kebiasaan membaca harus dimulai sejak usia dini melalui kegiatan yang menyenangkan. Karena itu, saya ingin menghadirkan ruang belajar yang membuat anak-anak merasa nyaman, senang datang ke perpustakaan, serta memiliki semangat untuk terus belajar dan mengembangkan potensi dirinya,” ujar Koriatun Aenun.
Menurutnya, perpustakaan tidak seharusnya hanya menjadi tempat menyimpan dan membaca buku. Lebih dari itu, perpustakaan dapat menjadi ruang tumbuh bagi anak-anak untuk mengembangkan karakter, kreativitas, serta rasa ingin tahu.
Ia melihat anak-anak cenderung lebih mudah tertarik mengikuti pembelajaran ketika kegiatan dikemas secara interaktif. Karena itu, aktivitas membaca dipadukan dengan permainan edukatif, kegiatan seni, bercerita, dan berbagai aktivitas kreatif lainnya.
“Harapannya, Pojok Baca ini tidak hanya menjadi tempat membaca buku, tetapi juga menjadi ruang tumbuh bagi karakter, kreativitas, dan kecintaan anak-anak terhadap ilmu pengetahuan,” tuturnya.
Kehadiran program tersebut juga mendapat dukungan dari pimpinan Pondok Mengaji Perpustakaan 07 Kayuwalang serta para orang tua santri. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam keberlangsungan kegiatan karena program literasi membutuhkan keterlibatan bersama, baik dari pendamping, pengelola pondok, maupun keluarga.
Antusiasme anak-anak dalam mengikuti setiap kegiatan menjadi salah satu tanda bahwa ruang belajar yang dikemas dengan pendekatan kreatif dapat menarik minat mereka. Melalui kegiatan tersebut, perpustakaan perlahan dihidupkan sebagai ruang interaksi sosial dan pembelajaran yang lebih aktif.
Koriatun berharap kegiatan Pojok Baca dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi anak-anak di lingkungan sekitar. Dengan kegiatan yang dilakukan secara berkesinambungan, budaya membaca diharapkan dapat tumbuh secara perlahan dan menjadi kebiasaan sejak usia dini.***
















