Perjalanan 9 Bulan Pesik Kuningan Berbuah Tiket Liga 3, Manajer Ungkap Sosok Penting di Balik Kesuksesan

KUNINGANSATU.COM,- Perjalanan Pesik Kuningan hingga berhasil lolos ke Liga 3 Nasional tidak lahir dalam waktu singkat. Di balik keberhasilan tersebut, terdapat proses panjang, kerja keras manajemen, pemain, serta dukungan sejumlah sosok yang turut berperan penting.

Manajer Pesik Kuningan, Nono Sujono, mengungkapkan keberhasilan tim berjuluk Laskar Kuda Ciremai itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi manajemen dan masyarakat Kabupaten Kuningan.

Pesik Kuningan berhasil menembus babak final Liga 4 Regional 4 dan memastikan tiket promosi ke Liga 3 Nasional. Capaian tersebut sekaligus mengakhiri penantian panjang Pesik Kuningan untuk kembali berlaga di kompetisi kasta nasional.

“Alhamdulillah, sebuah kebanggaan bagi saya pribadi maupun secara manajemen bahwa Pesik Kuningan sudah lolos Liga 3 Nusantara. Tidak berhenti di situ, kami juga lolos semifinal dan masuk final,” ujar Nono saat ditemui di Perum Panorama Asri, Selasa (21/7/2026).

Menurutnya, keberhasilan itu merupakan hasil dari perjalanan panjang selama kurang lebih sembilan bulan. Persiapan dilakukan secara bertahap, mulai dari pembentukan tim, latihan, hingga pemusatan latihan atau training camp (TC) selama dua bulan di Solo.

Menariknya, proses pembentukan skuad Pesik diawali dengan pencarian talenta lokal melalui turnamen Bupati Cup 2025. Dari proses tersebut, manajemen berupaya memberikan kesempatan kepada pemain-pemain asli Kuningan sebelum merekrut pemain dari luar daerah.

Dari sejumlah pemain yang mengikuti seleksi, enam pemain lokal akhirnya terpilih untuk memperkuat Pesik. Sementara untuk memenuhi kebutuhan tim di kompetisi nasional, manajemen kemudian merekrut sejumlah pemain dari berbagai daerah, mulai dari Aceh, Sumatera, Manado hingga Kediri.

“Alhamdulillah terbentuklah satu tim berjumlah 26 orang,” kata Nono.

Perjalanan Pesik Kuningan di Liga 4 Nasional pun terbilang mengejutkan. Berangkat dari babak 64 besar, Pesik terus melaju hingga 32 besar, 16 besar, delapan besar, semifinal, dan akhirnya tampil di partai final.

Bagi manajemen, target utama sejak awal sebenarnya adalah memastikan Pesik lolos ke Liga 3 Nasional. Ketika target tersebut tercapai, keberhasilan melaju hingga final dianggap sebagai bonus.

“Di delapan besar, sebetulnya kami hanya membutuhkan urutan keenam untuk lolos Liga 3. Tapi alhamdulillah rezekinya tidak berhenti di situ, kami masuk semifinal dan final. Itu bonus bagi kami karena target utama adalah lolos ke Liga 3 dan itu tercapai,” ungkapnya.

Namun, di balik perjuangan panjang para pemain dan manajemen, Nono menyebut ada sosok-sosok yang turut memberikan dukungan besar terhadap keberhasilan Pesik Kuningan.

Salah satunya adalah Bupati Kuningan. Menurut Nono, dukungan kepala daerah sangat menentukan keberlangsungan perjalanan Pesik, terlebih Bupati Kuningan juga pernah memiliki pengalaman sebagai manajer Pesik dan memiliki jaringan luas di luar daerah.

“Tanpa dukungan beliau, Pak Bupati Kuningan, tidak mungkin Liga 4 kemarin bisa berjalan seperti itu,” tuturnya.

Selain Bupati Kuningan, Nono juga menyebut adanya dukungan dari salah satu pengusaha asal Jakarta yang merupakan rekan Bupati Kuningan. Dukungan tersebut dinilai turut membantu keberhasilan Pesik Kuningan dalam menjalani kompetisi Liga 4 Nasional.

“Tanpa dukungan dari beliau semua, ini tidak mungkin terjadi,” tegas Nono.

Kini, setelah memastikan diri kembali ke Liga 3 Nasional, Pesik Kuningan diharapkan tidak hanya mampu berprestasi di lapangan. Keberadaan Pesik di kompetisi nasional juga dinilai menjadi sarana untuk memperkenalkan Kabupaten Kuningan ke publik yang lebih luas.

Nono menuturkan, dalam perjalanan kompetisi nasional, masih banyak pihak dari luar daerah yang belum mengetahui keberadaan Kabupaten Kuningan. Karena itu, setiap pertandingan Pesik juga menjadi momentum untuk memperkenalkan berbagai potensi daerah.

“Ini kesempatan untuk kita mempromosikan Kabupaten Kuningan dengan segala potensinya,” pungkasnya.

Setelah penantian puluhan tahun, Pesik Kuningan akhirnya kembali ke panggung Liga 3 Nasional. Keberhasilan itu menjadi buah dari proses panjang, keberanian mengembangkan pemain lokal, kerja keras tim, serta dukungan berbagai pihak yang berada di balik perjuangan Laskar Kuda Kuningan.

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup