Pemkab Kuningan Gerak Cepat! 50 Sprayer Elektrik Dibagikan untuk Lawan Hama 2026
KUNINGANSATU.COM,- Pemerintah Kabupaten Kuningan mempercepat langkah penguatan sektor pertanian dengan menyalurkan puluhan alat semprot elektrik kepada kelompok tani di berbagai wilayah. Bantuan ini ditujukan untuk menghadapi meningkatnya serangan hama dan penyakit tanaman yang berpotensi mengganggu hasil panen pada musim tanam 2026.
Sebanyak 50 unit hand sprayer elektrik diberikan kepada 25 kelompok tani yang tersebar di 20 kecamatan. Setiap kelompok menerima dua unit untuk mendukung kegiatan pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) secara lebih efektif. Penyerahan bantuan dilaksanakan di Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan pada akhir April 2026.
Program ini merupakan bagian dari dukungan pemerintah pusat melalui Direktorat Alsintan Pra Panen, Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan petani dalam menjaga stabilitas produksi pangan di tengah tantangan perubahan iklim.
Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh lambat dalam merespons ancaman di sektor pertanian. Menurutnya, kehadiran negara harus dirasakan langsung oleh petani, terutama saat menghadapi potensi gagal panen akibat serangan hama.
“Pertanian adalah sektor strategis. Ketika ada ancaman, kita harus bergerak cepat agar produksi tetap terjaga dan petani tidak dirugikan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya transformasi pertanian menuju sistem yang lebih modern dan berbasis teknologi. Menurutnya, penggunaan alat seperti hand sprayer elektrik menjadi salah satu langkah nyata dalam meningkatkan efisiensi kerja petani di lapangan.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, menyampaikan bahwa tren serangan hama di sejumlah sentra produksi menunjukkan peningkatan, sehingga diperlukan penanganan yang lebih cepat dan tepat.
“Dengan alat yang memadai, proses penyemprotan bisa dilakukan lebih efisien dan merata. Ini penting untuk menekan risiko kerusakan tanaman,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa modernisasi alat dan mesin pertanian (alsintan) menjadi kunci dalam meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah. Selain bantuan alat, pihaknya juga terus mendorong peran penyuluh pertanian dalam memberikan pendampingan kepada petani di lapangan.
Pemerintah daerah berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh kelompok tani, dikelola bersama, dan dirawat dengan baik agar manfaatnya berkelanjutan.
Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Kuningan dalam menjaga keberlangsungan produksi pertanian serta memperkuat kontribusi daerah terhadap ketahanan pangan nasional.

















