Harumkan Nama Kuningan! Dua Pelajar Raih Medali Olimpiade Matematika Internasional

KUNINGANSATU.COM,- Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si, memberikan apresiasi khusus kepada dua pelajar berprestasi yang berhasil mengharumkan nama daerah di ajang Olimpiade Matematika tingkat internasional. Penghargaan tersebut disampaikan dalam kegiatan di Pendopo Bupati Kuningan, Senin (20/04/2026).
Dua siswa yang menerima apresiasi tersebut adalah Finza Athariz, siswa SD IT Al-Multazam yang sukses meraih medali perak, serta Auriz Azaria, siswa SMPN 1 Kuningan yang berhasil membawa pulang medali perunggu dalam ajang Nextgen Mathematic Olympiad Global Round 2026 yang digelar di Sydney, Australia.
Acara penghargaan tersebut turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, pihak sekolah dari SMPN 1 Kuningan dan SD IT Al-Multazam beserta para guru, serta orang tua dari kedua siswa berprestasi. Dalam kesempatan itu juga terungkap bahwa Finza dan Auriz merupakan cucu dari Hj. Rini Sujiyanti, pemilik RS Juanda Kuningan.
Dalam sambutannya, Bupati Dian menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang tinggi atas pencapaian kedua pelajar tersebut. Ia menilai prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa kualitas pendidikan di Kabupaten Kuningan mampu bersaing di tingkat global.
“Capaian ini menunjukkan bahwa anak-anak Kuningan memiliki potensi besar untuk bersaing di level internasional. Dengan dukungan yang kuat dari orang tua, guru, dan seluruh elemen pendidikan, kita bisa menciptakan generasi unggul,” ungkapnya.
Ia juga berharap prestasi ini dapat menjadi pemantik semangat bagi pelajar lain di Kuningan untuk terus mengasah kemampuan dan berani tampil di berbagai ajang kompetisi internasional.
Sementara itu, Hj. Rini Sujiyanti selaku perwakilan keluarga menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan atas prestasi yang diraih kedua cucunya. Ia menuturkan bahwa kedisiplinan belajar menjadi kunci utama keberhasilan mereka.
“Kami membiasakan anak-anak untuk mencintai belajar, membaca, dan membatasi penggunaan gadget. Waktu bermain gadget sangat dibatasi, sehingga mereka lebih fokus pada kegiatan belajar, les, dan aktivitas yang bermanfaat,” jelasnya.
Ia berharap keberhasilan ini dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak lain di Kabupaten Kuningan untuk terus bermimpi besar, berusaha keras, dan tidak takut bersaing di tingkat yang lebih tinggi.


















