Masjid Ramah Pemudik Hadir di Kuningan, 9 Masjid Buka 24 Jam Jadi Tempat Istirahat Pemudik

KUNINGANSATU.COM,- Kementerian Agama Republik Indonesia resmi meluncurkan program Masjid Ramah Pemudik sebagai upaya memberikan pelayanan dan kenyamanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik Lebaran. Program ini diluncurkan secara nasional pada Rabu (11/3/2026) dengan melibatkan lebih dari 6.800 masjid di berbagai daerah sebagai titik layanan bagi pemudik.
Di Kabupaten Kuningan, Kementerian Agama Kabupaten Kuningan menetapkan sembilan masjid yang akan berfungsi sebagai lokasi Masjid Ramah Pemudik. Masjid-masjid tersebut dipilih karena dinilai memiliki fasilitas yang memadai serta berada di jalur strategis yang banyak dilalui pemudik.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuningan, Ahmad Handiman Romdony, menjelaskan bahwa program ini merupakan bentuk pelayanan kepada masyarakat, khususnya para perantau yang pulang ke kampung halaman untuk merayakan Lebaran bersama keluarga.
“Masjid Ramah Pemudik diharapkan dapat menjadi ruang singgah yang aman dan nyaman bagi para pemudik di tengah perjalanan menuju kampung halaman,” ujarnya.
Adapun sembilan masjid yang ditetapkan sebagai Masjid Ramah Pemudik di Kabupaten Kuningan meliputi Masjid Hidayatul Muslimin di Kecamatan Darma, Masjid Baiturrahman di Kecamatan Kadugede, Masjid Al-Istiqomah Cilimus di Kecamatan Cilimus, Masjid Baitul Ma’mur Sampora di Kecamatan Cilimus, Masjid An-Nur di Kecamatan Kramatmulya, Masjid Al-Muttaqin Ciporang di Kecamatan Kuningan, Masjid Miftahussalam Kedungarum di Kecamatan Kuningan, Masjid Al-Mir’at di Kecamatan Pancalang, serta Masjid Miftahussa’adah Legok di Kecamatan Cidahu.
Romdony menambahkan, selama periode arus mudik hingga arus balik Lebaran, masjid-masjid tersebut akan dibuka selama 24 jam. Para pemudik dapat memanfaatkannya untuk beristirahat sejenak, beribadah, maupun menghilangkan rasa lelah dan kantuk setelah menempuh perjalanan jauh.
Pelaksanaan program ini juga melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah desa setempat, Babinsa, Kapolsek, hingga tenaga kesehatan dari Puskesmas. Kolaborasi tersebut dilakukan untuk memastikan aspek keamanan, perizinan, serta layanan kesehatan bagi pemudik dapat berjalan dengan baik.
Sementara itu, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Kuningan, Ridlo Maulana, menyebutkan bahwa masjid yang dipilih umumnya berada di pinggir jalan utama dengan fasilitas yang memadai bagi para pelintas.
“Masjid-masjid tersebut memiliki serambi yang luas untuk tempat istirahat, fasilitas toilet yang bersih, serta area parkir yang cukup untuk kendaraan pemudik,” jelasnya.
Selain fasilitas dasar tersebut, beberapa masjid juga menyediakan layanan tambahan seperti air minum, kopi, jaringan WiFi, hingga ruang laktasi bagi ibu menyusui. Fasilitas tersebut diharapkan dapat memberikan kenyamanan lebih bagi para pemudik yang singgah.
Ridlo juga mengajak para penyuluh agama Islam di lingkungan Kantor Urusan Agama (KUA) untuk turut aktif menyambut para pemudik di masjid-masjid tersebut agar program Masjid Ramah Pemudik dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang sedang dalam perjalanan pulang kampung.


















