Makan Berkat Tahlilan, Puluhan Warga Kuningan Mendadak Mual dan Muntah

KUNINGANSATU.COM,- Puluhan warga Desa Pakembangan, Kecamatan Garawangi, Kabupaten Kuningan, diduga mengalami keracunan makanan usai menyantap berkat dari kegiatan tahlilan, Kamis (25/12/2025) malam.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 19.00 WIB di Dusun Dalam RT 01 RW 02 Desa Pakembangan. Warga yang sebelumnya menghadiri acara tahlilan dan membawa pulang berkat, mulai merasakan gejala gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan tersebut di rumah masing-masing.

Gejala yang dialami warga di antaranya mual, kembung, mules, pusing, muntah, hingga buang air besar (BAB) secara terus-menerus. Kondisi tersebut mulai dirasakan sekitar pukul 17.10 WIB.

Berdasarkan data sementara, jumlah warga yang diduga mengalami keracunan mencapai puluhan orang, terdiri dari orang dewasa dan anak-anak. Mereka mendapatkan penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan, yakni UPTD Puskesmas Garawangi, RS Juanda Kuningan, dan RSUD 45 Kuningan.

Di UPTD Puskesmas Garawangi tercatat sebanyak 28 orang menjalani perawatan rawat jalan, terdiri dari 21 orang dewasa dan 7 anak-anak. Sementara di RS Juanda Kuningan, dua orang pasien mendapatkan penanganan rawat jalan. Adapun di RSUD 45 Kuningan, sebanyak 24 orang mendapatkan perawatan, dengan rincian 23 orang rawat jalan dan satu orang menjalani rawat inap.

Kapolsek Garawangi IPTU Endar Kuswanadi, S.E., melalui laporan kepolisian menyebutkan bahwa pihaknya menerima informasi awal dari Bhabinkamtibmas Desa Pakembangan Aipda Merdanata, S.E., yang mendapatkan laporan dari bidan desa setempat.

“Setelah menerima laporan, petugas langsung mendatangi lokasi dan berkoordinasi dengan pihak kesehatan untuk penanganan medis terhadap warga yang mengalami gejala diduga keracunan,” kata IPTU Endar.

Diketahui, kegiatan tahlilan dilaksanakan sekitar pukul 16.00 WIB dengan jumlah undangan sekitar 47 orang. Sementara berkat atau besek yang disiapkan panitia mencapai 60 paket. Menu dalam berkat tersebut di antaranya nasi putih, kentang balado, bihun goreng, ayam kecap, telur rebus, teh kemasan, kerupuk udang, serta buah-buahan seperti jeruk, pisang, dan salak.

Guna memastikan penyebab pasti kejadian tersebut, sampel makanan yang diduga menjadi sumber keracunan telah diamankan dan dibawa ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Pihak kepolisian dan tenaga kesehatan mengimbau warga yang masih merasakan gejala serupa namun belum mendapatkan penanganan medis agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

Hingga berita ini diturunkan, hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan masih menunggu hasil resmi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan.***

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup