Kuningan Kehilangan Daya Tarik? Data BPS Tunjukkan Penurunan Tajam Sektor Pariwisata

KUNINGANSATU.COM – Pergerakan sektor pariwisata di Kabupaten Kuningan pada awal tahun 2026 menunjukkan tren penurunan. Baik kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) maupun wisatawan nusantara (wisnus) sama-sama mengalami pelemahan, terutama pada Februari 2026.


Data tersebut disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kuningan, Urip Sugeng Santoso. Ia mengungkapkan bahwa jumlah wisman yang menginap di hotel berbintang pada Februari 2026 hanya tercatat sebanyak 5 kunjungan, turun drastis dibanding Januari 2026 yang mencapai 19 kunjungan atau anjlok sebesar 73,68 persen.


“Data wisman yang kami sajikan berasal dari hotel berbintang karena secara statistik lebih andal. Sementara hotel nonbintang memiliki nilai kesalahan yang tinggi sehingga tidak memenuhi standar publikasi,” ujar Urip, Selasa (14/4/2026).


Meski kontribusi wisman terhadap sektor pariwisata Kuningan tergolong kecil, menurutnya fluktuasi yang terjadi tetap menjadi indikator penting dalam membaca tren kunjungan internasional. Penurunan tajam pada Februari dinilai sebagai sinyal adanya tekanan di awal tahun.


Sementara itu, dari sisi wisatawan domestik, jumlah perjalanan wisnus menuju Kuningan pada Februari 2026 tercatat sebanyak 222.499 perjalanan. Angka tersebut mengalami penurunan sebesar 25,03 persen dibandingkan Januari 2026 yang mencapai 296.765 perjalanan.


Namun demikian, jika dilihat secara tahunan, angka tersebut masih menunjukkan pertumbuhan sebesar 5,62 persen dibandingkan Februari 2025. Hal ini mengindikasikan bahwa minat wisata domestik sebenarnya masih tumbuh, meski secara bulanan mengalami koreksi.


Urip menjelaskan, wisatawan yang berkunjung ke Kuningan pada awal tahun ini masih didominasi oleh daerah-daerah sekitar, seperti Kabupaten Cirebon, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Bekasi, dan Kota Cirebon.


“Pergerakan wisnus masih didorong oleh kedekatan geografis. Ini menunjukkan karakter wisata Kuningan yang masih bergantung pada pasar regional,” katanya.


Dalam rentang Februari 2025 hingga Februari 2026, pergerakan wisnus ke Kuningan tercatat fluktuatif. Puncaknya terjadi pada April 2025 dengan jumlah 489.902 perjalanan, yang didorong oleh momentum libur panjang.


Di sisi lain, mobilitas wisatawan asal Kabupaten Kuningan juga mengalami penurunan. Pada Februari 2026, jumlah perjalanan tercatat sebanyak 156.312 perjalanan, turun 20,40 persen dibandingkan Januari 2026. Secara tahunan, angka ini juga mengalami penurunan tipis sebesar 1,24 persen dibandingkan Februari 2025.


Penurunan ini menunjukkan adanya perlambatan mobilitas masyarakat Kuningan untuk melakukan perjalanan ke luar daerah. Adapun tujuan utama perjalanan masih didominasi wilayah terdekat, seperti Kabupaten Cirebon, Kabupaten Ciamis, Kota Cirebon, dan Kabupaten Majalengka.


“Pola perjalanan masyarakat masih terkonsentrasi pada daerah penyangga yang memiliki akses mudah dan biaya relatif terjangkau,” ujar Urip.


Jika dilihat dari pertumbuhan bulanan, hampir seluruh wilayah di Jawa Barat mengalami penurunan pergerakan wisatawan pada Februari 2026. Hanya Kabupaten Indramayu yang mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 2,85 persen. Sementara itu, penurunan terdalam terjadi pada perjalanan menuju Kabupaten Pangandaran yang merosot hingga 63,29 persen.


Tidak hanya itu, seluruh daerah asal wisatawan menuju Kabupaten Kuningan juga tercatat mengalami kontraksi. Penurunan paling tinggi berasal dari Kabupaten Indramayu yang mencapai 47,11 persen.


Sementara itu, daerah asal wisatawan terbesar ke Kuningan pada Februari 2026 berasal dari Kabupaten Cirebon dengan 53.150 perjalanan, disusul Kabupaten Majalengka, Kota Cirebon, Kabupaten Bekasi, Kota Bandung, dan Kabupaten Ciamis.


Urip menilai, tren penurunan ini merupakan pola musiman yang kerap terjadi pada awal tahun, di mana belum terdapat momentum libur panjang yang mampu mendongkrak pergerakan wisatawan.


“Biasanya ada koreksi setelah periode awal tahun. Namun ini tetap menjadi catatan bagi pemangku kepentingan pariwisata daerah,” katanya.***

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup