Harlah PMII ke-66, Ketua PMII Komisariat UNISA Kuningan Sampaikan Hal Ini ke Kader

KUNINGANSATU.COM,- Peringatan Hari Lahir (Harlah) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menjadi momentum reflektif bagi kader untuk meneguhkan kembali arah gerakan. Hal itu disampaikan Ketua PMII Komisariat Universitas Islam Al Ihya (UNISA) Kuningan periode 2026–2027, Hamid Jalalan Qodiri, dalam pesannya kepada seluruh kader, khususnya di lingkungan komisariatnya.
Hamid menyoroti fenomena semangat kader yang kerap menguat hanya saat peringatan seremonial seperti Harlah. Ia menegaskan, semangat berorganisasi dan berproses seharusnya hadir dalam keseharian, bukan sekadar muncul pada momen tertentu.
“Jangan sampai semangat kader hanya hadir ketika momentum Harlah PMII saja. Semangat untuk terus bergerak, berproses, dan berpikir kritis harus menjadi bagian dari keseharian kader,” ujarnya Jum’at (17/4/26).
Menurut Hamid, Harlah PMII bukan sekadar peringatan tahunan, melainkan ruang evaluasi untuk memperkuat nilai-nilai dasar organisasi, seperti intelektualitas, keberpihakan pada masyarakat, serta komitmen terhadap perjuangan.
Ia juga menekankan bahwa kader PMII sebagai mahasiswa memiliki tanggung jawab ganda. Selain meningkatkan kapasitas akademik, kader dituntut mampu hadir di tengah masyarakat, peka terhadap persoalan sosial, serta berkontribusi dalam mencari solusi.
“Mahasiswa PMII harus mampu mendengar aspirasi masyarakat dan ikut terlibat dalam menyelesaikan persoalan yang ada. Ini bagian dari tanggung jawab moral kader,” katanya.
Lebih jauh, Hamid mengingatkan bahwa peran kader tidak bisa dilepaskan dari tugas pokok organisasi, yakni membela keadilan dan menegakkan kebenaran. Nilai tersebut, kata dia, harus menjadi pijakan dalam setiap aktivitas kader, baik di kampus maupun di ruang sosial yang lebih luas.
Dalam momentum Harlah ke-66 ini, ia berharap seluruh kader PMII dapat menjaga konsistensi gerakan, memperkuat solidaritas, serta terus mengasah diri menjadi insan akademis yang kritis, progresif, dan responsif terhadap perkembangan zaman.
Dengan semangat tersebut, Harlah PMII diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi titik tolak penguatan peran kader dalam menjawab tantangan sosial di masa kini.


















