Kelapa Genjah Kuningan Tembus 550 Hektare, Jadi “Tabungan Masa Depan” Petani

KUNINGANSATU.COM – Pemerintah Kabupaten Kuningan terus memperluas pengembangan kelapa genjah. Hingga 2026, total pengembangan komoditas tersebut mencapai 550 hektare dengan sekitar 60.500 tanaman.

Program ini tidak sekadar diarahkan untuk menambah luasan perkebunan. Kelapa genjah diposisikan sebagai investasi jangka panjang yang diharapkan mampu membuka sumber pendapatan baru, meningkatkan nilai ekonomi lahan, sekaligus memperkuat kesejahteraan petani.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si., mengatakan pengembangan kelapa genjah menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah melakukan diversifikasi sumber ekonomi petani melalui komoditas perkebunan yang memiliki prospek jangka panjang.

Menurut Wahyu, kelapa genjah memiliki sejumlah karakteristik yang mendukung pengembangannya. Tanaman ini dapat mulai berproduksi sekitar tiga hingga empat tahun setelah tanam. Selain itu, posturnya relatif lebih pendek dibandingkan kelapa dalam sehingga pemeliharaan dan proses pemanenan dinilai lebih mudah.

“Kelapa genjah ini bukan sekadar program penanaman. Kita sedang menyiapkan sumber pendapatan baru bagi petani. Karena itu, saya menyebut kelapa genjah sebagai tabungan masa depan petani,” kata Wahyu saat Sosialisasi Perluasan Kelapa Genjah di Aula Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, Rabu (9/9/2026).

Ia mengatakan potensi pengembangan kelapa genjah di Kuningan cukup besar. Namun, pemerintah daerah tidak ingin keberhasilan program hanya diukur dari bertambahnya luas lahan dan jumlah tanaman.

“Potensi kelapa genjah di Kuningan cukup besar. Kita ingin komoditas ini tidak hanya berkembang dari sisi luas tanam, tetapi juga menjadi sumber ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi petani,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si. Menurutnya, pembangunan pertanian pada akhirnya harus bermuara pada peningkatan kesejahteraan petani.

Dian menilai keberhasilan sektor pertanian tidak cukup hanya dilihat dari meningkatnya produksi. Lebih jauh, sektor tersebut harus mampu meningkatkan pendapatan dan kualitas hidup masyarakat yang selama ini menggantungkan kehidupannya dari pertanian.

“Orientasi utama pembangunan pertanian adalah kesejahteraan petani. Ketika petani kita sejahtera, ekonomi masyarakat bergerak, desa semakin kuat, dan pada akhirnya Kuningan melesat,” ujar Dian.

Menurutnya, pengembangan kelapa genjah menjadi salah satu langkah untuk memberikan lebih banyak pilihan sumber pendapatan kepada petani sekaligus mengoptimalkan potensi lahan yang tersedia.

“Kita ingin petani memiliki lebih banyak pilihan sumber pendapatan. Kelapa genjah adalah salah satu investasi jangka panjang yang kita harapkan memberikan manfaat bagi petani dan keluarganya. Karena itu, program ini harus dikawal dari penanaman sampai menghasilkan,” katanya.

Dian juga menekankan pentingnya membangun sektor pertanian secara lebih terintegrasi. Pengembangan komoditas tidak boleh berhenti pada produksi, tetapi harus dilanjutkan dengan pengolahan dan pemasaran agar memberikan nilai tambah bagi petani.

“Petani sejahtera adalah fondasi Kuningan yang kuat. Ketika petani sejahtera, ekonomi desa tumbuh, daya beli masyarakat meningkat, dan Kuningan melesat,” tegas Dian.

Pengembangan kelapa genjah di Kabupaten Kuningan sendiri telah dilakukan secara bertahap sejak 2025. Pada tahun tersebut, Kuningan memperoleh dukungan pengembangan seluas 350 hektare dari Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan.

Dukungan itu berupa 38.500 bibit kelapa genjah dan 115.500 kilogram pupuk organik.

Program tersebut kemudian berlanjut pada 2026 dengan tambahan alokasi pengembangan seluas 200 hektare. Tahun ini, dukungan yang diberikan mencakup sekitar 22.000 tanaman kelapa genjah serta 66.000 kilogram atau 66 ton pupuk organik.

Dengan tambahan tersebut, total pengembangan kelapa genjah yang telah dan sedang didorong di Kuningan mencapai 550 hektare dengan sekitar 60.500 tanaman.

“Untuk tahun 2026, setiap hektare dialokasikan sekitar 110 tanaman kelapa genjah dan 330 kilogram pupuk organik. Ini bagian dari upaya memastikan pengembangan tidak hanya berorientasi pada luasan, tetapi juga didukung kebutuhan budidaya di lapangan,” jelas Wahyu.

Perluasan kelapa genjah juga sekaligus memperkuat basis komoditas kelapa yang selama ini telah berkembang di Kabupaten Kuningan. Berdasarkan data 2025, luas areal kelapa di Kuningan mencapai sekitar 4.007 hektare dengan produksi sekitar 3.588,41 ton.

Menurut Wahyu, angka tersebut menunjukkan bahwa kelapa memiliki basis yang cukup kuat sebagai salah satu komoditas perkebunan rakyat di Kuningan.

Pengembangan kelapa genjah diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan produktivitas sekaligus nilai ekonomi komoditas tersebut.

“Kelapa merupakan salah satu potensi perkebunan rakyat yang cukup penting di Kabupaten Kuningan. Ke depan, kita ingin produktivitasnya meningkat dan nilai tambahnya semakin besar sehingga manfaat ekonomi yang diterima petani juga semakin kuat,” ujarnya.

Karena itu, pemerintah daerah mendorong agar pengembangan kelapa tidak berhenti pada penanaman. Penguatan kelembagaan petani, pendampingan budidaya, kemitraan usaha, pengolahan hasil dan pemasaran juga menjadi bagian yang perlu diperkuat.

Dengan pendekatan tersebut, petani diharapkan tidak hanya menjadi produsen bahan baku, tetapi juga dapat memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar dari rantai usaha komoditas kelapa.

Di sisi lain, Wahyu mengingatkan bahwa tantangan terbesar setelah penanaman adalah memastikan tanaman dapat tumbuh dan terpelihara hingga memasuki masa produktif.

Ia meminta kelompok tani tidak melihat bantuan bibit dan pupuk sebagai akhir dari program, melainkan sebagai titik awal untuk membangun aset produktif.

“Saya hanya titip, setelah ditanam harus benar-benar dipelihara dan dirawat. Jangan sampai kita kuat di penanaman, tetapi lemah di pemeliharaan. Tanaman ini membutuhkan waktu untuk menghasilkan. Karena itu, kelapa genjah harus kita jaga bersama karena ini adalah tabungan masa depan petani,” tegasnya.

Wahyu menilai tanaman yang dirawat dengan baik nantinya dapat menjadi aset produktif yang memberikan manfaat ekonomi bagi petani dan keluarganya.

“Ini bukan sekadar memperluas lahan. Kita sedang menanam harapan untuk masa depan. Kita membuka peluang pendapatan baru bagi petani, meningkatkan nilai ekonomi lahan, dan membangun fondasi pertanian yang lebih kuat,” katanya.

Pemkab Kuningan selanjutnya mendorong pengembangan kelapa genjah secara terintegrasi dari hulu hingga hilir, mulai dari budidaya, peningkatan produktivitas, penguatan kelembagaan petani, kemitraan, pengolahan hingga pemasaran.

Harapannya, pengembangan 550 hektare kelapa genjah tersebut tidak berhenti sebagai angka luasan program, tetapi benar-benar menjadi aset produktif yang mampu memperkuat sumber penghidupan masyarakat pedesaan.

Sebab, bagi Pemerintah Kabupaten Kuningan, pertanian pada akhirnya harus memberikan kehidupan yang lebih baik bagi petani.

“Ketika petani sejahtera, ekonomi pedesaan tumbuh, masyarakat semakin kuat, dan Kuningan melesat,” pungkas Wahyu.***

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup