Keakraban Dian-Ridho Memunculkan Harapan, Semoga “DIRIDHOI”
KUNINGANSATU.COM – Keakraban Bupati Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar dengan mantan Wakil Bupati Kuningan M Ridho Suganda mendapat perhatian masyarakat. Momen keduanya yang terlihat akrab dinilai membuka ruang bagi kemungkinan kolaborasi politik pada masa mendatang.
Yanto, warga Kuningan yang mengaku begitu mengidolakan sosok mantan Bupati Kuningan sekaligus ayahanda M Ridho Suganda, H Aang Hamid Suganda, berharap kedekatan Dian dan Ridho tidak berhenti sebagai hubungan personal semata.
Menurutnya, komunikasi dan keakraban para tokoh Kuningan merupakan hal positif, terlebih jika nantinya berkembang menjadi gagasan dan kolaborasi untuk kepentingan masyarakat.
“Saya sebagai masyarakat Kuningan sangat mengidolakan sosok Ayahanda Ridho, Pak H Aang Hamid Suganda. Beliau punya sejarah dan kontribusi yang cukup kuat untuk Kuningan. Karena itu, ketika melihat Dian dan Ridho akrab, tentu saya menyambutnya dengan positif,” ujar Yanto, Kamis (27/8/2026).
Ia mengatakan, masyarakat tidak perlu terburu-buru menarik kesimpulan mengenai arah politik keduanya. Namun, keakraban tersebut dinilai menarik untuk dicermati, terutama menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kuningan mendatang.
Yanto juga melihat karakter kepemimpinan Aang Hamid Suganda kini mulai menjelma dalam diri Ridho. Menurutnya, pengalaman dan keteladanan sang ayah menjadi salah satu modal yang membentuk karakter Ridho sebagai pemimpin. Ditambah dengan latar belakang ibundanya yang juga pernah menjabat sebagai Bupati Kuningan, ia menilai Ridho memiliki karakter kepemimpinan yang semakin kuat.
“Saya melihat karakter kepemimpinan Pak Aang hari ini mulai menjelma dalam diri Ridho. Kemudian ibundanya yang juga pernah menjadi Bupati Kuningan tentu ikut menambah karakter kuat Ridho sebagai seorang pemimpin. Kalau kemudian dipadukan dengan sosok Pak Dian yang visioner, menurut saya ini bisa menjadi kombinasi yang sempurna untuk Kuningan ke depan,” ujar Yanto.
“Kalau kemudian keakraban ini berlanjut dan membawa keduanya bersama-sama di Pilkada mendatang, tentu masyarakat bisa melihatnya sebagai sesuatu yang menarik. Istilah saya, semoga nanti DIRIDHOI, Dian-Ridho,” imbuhnya.
Yanto menilai, perbedaan latar belakang dan pengalaman justru dapat menjadi kekuatan apabila disatukan dalam satu visi membangun Kuningan. Menurutnya, kombinasi pengalaman pemerintahan dan gagasan visioner dapat menjadi modal penting menghadapi tantangan Kuningan ke depan.
“Dian punya pengalaman sebagai birokrat dan sekarang memimpin Kuningan. Ridho juga punya pengalaman sebagai Wakil Bupati dan pernah mengikuti kontestasi Pilkada. Kalau keduanya bisa menyatukan pengalaman dan gagasan, saya kira menarik untuk Kuningan ke depan,” tuturnya.
Meski demikian, Yanto menegaskan bahwa harapan tersebut merupakan pandangan pribadinya sebagai masyarakat. Ia menyerahkan sepenuhnya keputusan politik kepada Dian, Ridho, serta partai politik yang nantinya memiliki kewenangan dalam menentukan arah pencalonan.
“Ini baru harapan saya sebagai masyarakat. Soal pilkada mendatang seperti apa, tentu kita serahkan kepada mereka dan proses politiknya. Yang penting sekarang bekerja dulu untuk Kuningan,” ucapnya.
Bagi Yanto, yang terpenting dari munculnya wacana Dian-Ridho bukan sekadar siapa yang akan maju dalam kontestasi politik, melainkan bagaimana keakraban tersebut dapat menjadi energi positif bagi pembangunan Kuningan.
“Kalau boleh berharap, ya semoga DIRIDHOI. Dian-Ridho bisa bersama di pilkada mendatang. Tapi sekali lagi, itu harapan masyarakat. Semoga apa pun pilihan politik mereka nanti tetap untuk Kuningan dan masyarakat Kuningan,” pungkasnya.***















