Kasus Ferrari Rp4,2 Miliar! “Rizal Palsu” Sempat Datang ke Samsat Kuningan dan Lolos Verifikasi

KUNINGANSATU.COM – Fakta mengejutkan kembali terungkap dalam kasus dugaan pencatutan identitas warga Winduherang, Rizal Nurdimansyah, S.Pd, pada pembelian mobil mewah Ferrari 458 Speciale Aperta senilai Rp4,2 miliar. Berdasarkan penelusuran redaksi, sosok yang diduga sebagai “Rizal palsu” ternyata sempat datang langsung ke Samsat Kuningan, diantar oleh biro jasa, dan bahkan lolos dalam sejumlah proses verifikasi.

Peristiwa ini diduga bermula dari keterlibatan sebuah biro jasa pengurusan surat-surat kendaraan di Kecamatan Ciawigebang, milik pria berinisial AS. Dari keterangan yang dihimpun, AS menerima permintaan bantuan dari seseorang berinisial BD, yang mengaku berasal dari Bekasi, melalui pesan singkat WhatsApp.

BD meminta bantuan pengurusan dokumen kendaraan Ferrari dan menyerahkan sejumlah berkas, termasuk identitas atas nama Rizal Nurdimansyah.

Sebelum proses berjalan, AS mengaku sempat mendatangi kediaman Rizal di Winduherang untuk melakukan konfirmasi. Namun karena Rizal tidak berada di rumah, AS meminta nomor kontak kepada keluarga.

Saat dihubungi melalui telepon, Rizal menegaskan bahwa dirinya tidak pernah membeli Ferrari tersebut dan tidak mengetahui adanya pengurusan surat-surat kendaraan atas namanya.

Atas pengakuan itu, AS sempat menganggap proses administrasi kendaraan tersebut dibatalkan.

Namun beberapa hari kemudian, BD kembali menghubungi AS dan menyampaikan bahwa persoalan telah selesai. Rizal disebut sudah menyetujui namanya digunakan sebagai identitas pemilik kendaraan, sehingga proses diminta untuk dilanjutkan.

Berbekal informasi itu, AS kemudian mengantar seorang pria yang mengaku sebagai Rizal ke Samsat Kuningan guna menyelesaikan proses administrasi kendaraan.

Di lokasi, pria tersebut menjalani sejumlah verifikasi sebagaimana prosedur yang berlaku. Yang mengejutkan, sosok yang kini diduga sebagai “Rizal palsu” itu disebut lolos verifikasi identitas, sehingga proses administrasi kendaraan dapat terus berjalan.

“Semua verifikasi tidak ada masalah termasuk verifikasi bea cukai dan verifikasi-verifikasi lainnya,” kata AS ketika dikonfirmasi wartawan, Kamis (16/4/2026).

Belakangan baru terungkap bahwa pria yang datang ke Samsat dan diantar biro jasa tersebut diduga bukan Rizal yang asli, melainkan orang lain yang menggunakan identitasnya.

Fakta lolosnya sosok tersebut dalam tahapan verifikasi menjadi sorotan serius, karena membuka dugaan adanya celah dalam proses validasi pada administrasi kendaraan mewah, terutama ketika data kependudukan yang digunakan benar namun orang yang hadir berbeda.

Perkembangan ini memperkuat dugaan bahwa kasus tersebut tidak hanya sebatas pencatutan data pribadi, tetapi sudah mengarah pada penggunaan identitas orang lain secara terstruktur dengan menghadirkan sosok pengganti yang berhasil melewati verifikasi lapangan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi mengenai siapa pria yang diduga hadir sebagai “Rizal palsu” dan bagaimana proses verifikasi identitas tersebut bisa dilalui.

Diberitakan sebelumnya, Rizal akhirnya mengambil langkah hukum dengan melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi kepadanya di kemudian hari.

“Hari ini saya didampingi kang Yusup secara resmi melaporkan kejadian ini. Takutnya ke depan ada hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Rizal usai melakukan pelaporan di Polres Kuningan, Kamis (16/4/2026).

Lebih lanjut Rizal mengaku selain merasa dirugikan secara pribadi ia juga menghadapi tekanan sosial. Namanya menjadi perbincangan, bahkan bahan candaan di lingkungan sekitar. Padahal, Rizal yang baru sekitar tiga bulan diangkat sebagai guru honorer, tidak pernah merasa memiliki kendaraan mewah tersebut.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Kuningan IPTU Abdul Azis, S.H., membenarkan adanya laporan tersebut. Pihaknya akan menindaklanjuti dengan proses penyelidikan.

“Yang bersangkutan sudah membuat laporan. Selanjutnya akan kami lakukan penyelidikan. Dari laporan awal, ini diduga pemalsuan identitas,” ujarnya.

Polisi kini tengah mendalami kasus tersebut untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas dugaan pencatutan identitas, sekaligus menelusuri kemungkinan adanya tindak pidana lain yang berkaitan.***

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup