Hobi Fotografi? Jurnalens UM Kuningan Bikin Jepretan Makin Berkelas
KUNINGANSATU.COM – Fotografi bukan sekadar urusan menekan tombol kamera untuk menghasilkan gambar yang menarik. Lebih dari itu, fotografi merupakan keterampilan menangkap momen, membaca situasi, sekaligus menyampaikan pesan melalui bahasa visual.
Hal tersebut menjadi salah satu poin yang disampaikan Muhammad Fisa Al Ikbal, Pembina Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Jurnalens Universitas Muhammadiyah Kuningan, dalam kegiatan Sharing Session dan Praktik Dasar Fotografi Batch 1 yang digelar di Kampus 2 Universitas Muhammadiyah Kuningan, Sabtu (31/10/2026).
Kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota Jurnalens dalam bidang fotografi, khususnya dalam memahami teknik dasar pengambilan gambar yang baik dan menarik.
Menurut Ikbal, kemampuan fotografi merupakan salah satu keterampilan penting yang perlu dikembangkan oleh anggota Jurnalens, terutama dalam mendukung kegiatan jurnalistik dan dokumentasi.
“Memotret itu bukan sekadar mengambil gambar. Ada pesan, cerita, dan momentum yang harus bisa kita tangkap. Foto yang baik bukan hanya menarik dilihat, tetapi juga mampu menyampaikan pesan kepada orang yang melihatnya,” ujar Ikbal.
Dalam sesi berbagi materi, Ikbal membahas sejumlah dasar fotografi, mulai dari pengenalan kamera, teknik pengambilan gambar, sudut pandang atau angle, komposisi, hingga pencahayaan.
Ia menjelaskan, penguasaan teknik dasar menjadi fondasi penting bagi anggota untuk menghasilkan foto yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki nilai informasi.
“Kamera hanyalah alat. Bagaimana seseorang melihat objek, menentukan sudut pandang, memahami komposisi, dan memanfaatkan pencahayaan menjadi bagian penting dalam menghasilkan foto yang berkualitas,” jelasnya.
Ikbal juga menekankan pentingnya kepekaan visual dalam fotografi, khususnya bagi mahasiswa yang mendalami dunia jurnalistik. Menurutnya, sebuah foto dapat menjadi medium penyampai informasi yang membantu masyarakat memahami suatu peristiwa.
“Dalam jurnalistik, foto bukan sekadar pelengkap berita. Foto juga merupakan informasi. Karena itu, seorang fotografer perlu peka terhadap peristiwa, memahami konteks, dan mampu menangkap momentum yang tepat,” ungkapnya.
Setelah sesi penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik fotografi secara langsung. Para peserta diberikan kesempatan untuk menerapkan materi yang telah disampaikan melalui kegiatan pengambilan gambar di lingkungan kampus.
Sesi praktik tersebut menjadi ruang bagi peserta untuk mengeksplorasi kreativitas sekaligus mengasah kemampuan dalam menentukan sudut pengambilan gambar, memperhatikan komposisi, dan memahami pencahayaan.
Bagi Ikbal, pembelajaran fotografi tidak cukup berhenti pada penyampaian teori. Kemampuan tersebut perlu dikembangkan melalui latihan dan pengalaman secara langsung agar anggota semakin terbiasa menghadapi berbagai situasi saat mengambil gambar.
“Fotografi merupakan keterampilan yang harus terus dilatih. Semakin sering berlatih, semakin terasah pula kemampuan kita dalam melihat komposisi, cahaya, dan momentum. Proses belajar itu penting agar kemampuan terus berkembang,” katanya.
Pelaksanaan Sharing Session dan Praktik Dasar Fotografi Batch 1 ini merupakan bagian dari rangkaian pembelajaran fotografi yang diselenggarakan oleh Jurnalens.
Kegiatan serupa direncanakan berlanjut pada Batch 2 dengan harapan semakin banyak anggota yang dapat mengikuti proses pembelajaran dan mengembangkan keterampilannya di bidang fotografi.
Melalui kegiatan ini, Ikbal berharap Jurnalens dapat terus menjadi ruang belajar bagi mahasiswa untuk mengembangkan minat dan bakat, meningkatkan kemampuan teknis, serta menghasilkan karya jurnalistik yang lebih berkualitas.
“Harapannya, kegiatan ini tidak hanya menambah pengetahuan anggota tentang fotografi, tetapi juga mendorong mereka untuk terus berlatih, mengembangkan kreativitas, dan menghasilkan karya yang memiliki nilai informasi serta mampu menyampaikan pesan kepada masyarakat,” pungkasnya.***














