Hasil Lab Kasus Keracunan MBG Luragung Terungkap! Wahyu Hidayah: Bakteri Sumbernya dari Nasi

KUNINGANSATU.COM,- Dugaan keracunan akibat menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang melibatkan pelajar di Kecamatan Luragung beberapa waktu lalu akhirnya menemui titik terang. Ketua Satgas MBG Kuningan yang juga Pj Sekda Kuningan, Wahyu Hidayah, mengungkap hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan tersebut.

“Untuk hasil sampel makanan yang telah diuji laboratorium Dinas Kesehatan Bandung, keluar bahwa menu MBG positif mengandung bakteri sereus,” kata Wahyu Hidayah saat diwawancara awak media, Jumat (24/10/2025).

Bakteri sereus yang dianggap menjadi penyebab wabah keracunan pada MBG, lanjut Wahyu, bukan berasal dari olahan lauk pauk.

“Justru yang sebelumnya dugaan bakteri menimbulkan racun dari olahan daging ayam kecap. Bakteri sereus ini terdapat pada nasi,” kata Wahyu lagi.

Setelah keluar hasil uji laboratorium sampel makanan, Wahyu mengungkap mitra MBG atau dapur MBG ini bisa beroperasi seperti sebelumnya.

“Untuk kembali beroperasi dapur MBG, kami meminta Dinas Kesehatan Kuningan melakukan perbaikan yang harus dilakukan mitra MBG. Jadi, bisa berjalan dapur MBG itu bagaimana keterangan yang disampaikan Dinas Kesehatan,” katanya.

Menyinggung soal jumlah Mitra SPPG MBG di Kuningan, Wahyu mengklaim ada sebanyak 83 unit dapur MBG.

“Untuk jumlah dapur ada 83 unit dan terakhir launching di Perumahan Cigugur itu bukan milik Wakil Bupati Kuningan. Jadi, untuk Wakil Bupati dan kami di Satgas fokus dalam mengawasi pelaksanaan program MBG di Kuningan,” katanya.Sebab ada beberapa hal yang menjadi perhatian Satgas MBG terhadap unit dapur MBG.

“Dalam pembahasan yang terus dilakukan Satgas MBG, di antaranya sedang melakukan pembahasan bagaimana soal sampah dan instalasi pengolah air limbah (IPAL),” katanya.

Selain itu, Pj Sekda Wahyu Hidayah yang juga Kepala Dinas Pertanian Kuningan saat ditanya soal surplus beras yang tidak banyak digunakan oleh Mitra SPPG MBG, menjelaskan hal tersebut juga menjadi perhatian.

“Hal itu juga menjadi perhatian, karena setiap unit MBG itu wajib memenuhi pasokan bahan itu dari sekitar. Nah, kaitan Kuningan surplus beras di tahun 2024 itu sekitar 93 ribu ton. Kemudian, untuk tahun 2025 ini bisa menunjukkan peningkatan hasil pertanian dengan kondisi musim kemarau basah atau masih terjadi hujan di musim kemarau,” ungkap Wahyu.***

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup