Seremoni Hari Jadi Kuningan ke-528 Belum Berakhir, Masih Ada Karnaval Budaya dan Sederet Agenda Lainnya
KUNINGANSATU.COM – Perayaan Hari Jadi ke-528 Kabupaten Kuningan ternyata belum berakhir. Setelah berbagai kegiatan digelar dan menyedot perhatian masyarakat, Pemkab Kuningan masih menyiapkan sederet agenda lanjutan, termasuk Karnaval Budaya yang dijadwalkan berlangsung pada 13 September 2026.
Karnaval Budaya menjadi salah satu agenda yang diproyeksikan menyita perhatian. Tahun ini, konsep yang diusung berbeda karena akan mengangkat kerajaan serta perjalanan sejarah Kuningan dari masa ke masa.
Jejak sejarah dan identitas budaya Kuningan nantinya akan diterjemahkan dalam berbagai tampilan selama karnaval. Bukan sekadar menjadi tontonan, agenda ini diharapkan menjadi ruang untuk menghidupkan kembali cerita perjalanan Kuningan sekaligus memperkenalkannya kepada masyarakat, terutama generasi muda.
Ketua Umum Panitia Hari Jadi ke-528 Kuningan, U Kusmana, mengatakan karnaval akan melibatkan berbagai unsur masyarakat. Mulai dari seluruh perangkat daerah, para camat, organisasi kemasyarakatan hingga masyarakat umum dipersilakan untuk berpartisipasi.
“Kita akan terlibat, seluruh SKPD, seluruh camat, organisasi kemasyarakatan, masyarakat barangkali mau ikut hadir untuk berkenan menjadi peserta karnaval budaya dipersilakan untuk menghubungi panitia Hari Jadi Kuningan,” kata U Kusmana.
Kehadiran karnaval dengan muatan sejarah tersebut juga menjadi bagian dari upaya menerjemahkan semangat Hari Jadi ke-528 Kuningan yang mengusung tema “Melesat Ngudag Jaman, Ngakar Kuat Purwadaksi.”
Pesan tersebut menggambarkan bagaimana Kuningan didorong untuk terus melangkah mengikuti perkembangan zaman, tetapi tetap memiliki pijakan kuat pada sejarah, budaya dan nilai-nilai yang diwariskan para leluhur.
Namun, sebelum sampai pada Karnaval Budaya, rangkaian Hari Jadi ke-528 Kuningan masih akan diisi sejumlah kegiatan lainnya.
Setelah berbagai agenda sebelumnya seperti Turnamen Sepak Bola Bupati Cup, Gerakan Bersama Sauyunan Miara Makam, Haul Syekh Maulana Akbar, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, istigasah, doa bersama, tablig akbar hingga ziarah ke makam leluhur dan mantan bupati, agenda Hari Jadi masih terus bergulir.
Panitia juga telah menggelar ziarah ke Makam Sunan Gunung Jati, Cirebon, serta Rapat Paripurna Hari Jadi ke-528 Kuningan di DPRD Kabupaten Kuningan yang turut dihadiri Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Untuk agenda berikutnya, khitanan massal dijadwalkan berlangsung pada 3 September 2026 di Rumah Sakit Umum Linggarjati.
Tak kalah menarik, pada 4–6 September akan digelar Ciremai Coffee Culture. Agenda ini menjadi konsep baru yang menggantikan pameran pembangunan yang biasanya hadir dalam rangkaian Hari Jadi Kuningan.
Puluhan perusahaan kopi lokal maupun nasional direncanakan hadir dalam kegiatan tersebut. Masyarakat tidak hanya dapat menikmati sajian kopi, tetapi juga akan disuguhi pertunjukan musik lokal selama kegiatan berlangsung.
Kemudian pada 5 September, masyarakat akan mengikuti Seba Saptuan dan Babarit yang dikolaborasikan dalam satu rangkaian kegiatan. Kegiatan tersebut akan mengambil lokasi di kawasan Pendopo dan Jalan Siliwangi.
Sehari berikutnya, pada 6 September pagi, agenda berlanjut dengan Melesat Run. Kegiatan olahraga tersebut disiapkan dengan sejumlah hadiah menarik untuk masyarakat.
Rangkaian Hari Jadi juga akan diwarnai program Bupati Saba Lembur. Melalui agenda ini, Bupati Kuningan akan turun langsung menyapa dan bersilaturahmi dengan masyarakat di desa-desa.
Program tersebut akan diawali di Kecamatan Subang dan kemudian dilanjutkan ke Kecamatan Mandirancan. Selain bersilaturahmi, kegiatan juga akan dipadukan dengan pelayanan publik melalui Kuningan SIP serta hiburan untuk masyarakat.
Di tengah padatnya rangkaian tersebut, Karnaval Budaya pada 13 September menjadi salah satu agenda yang paling memiliki warna tersendiri.
Konsep yang mengangkat kerajaan dan perjalanan sejarah Kuningan akan membawa masyarakat melihat kembali bagaimana daerah ini tumbuh dan berkembang dari masa ke masa.
Karnaval pun dibuka untuk berbagai elemen masyarakat. Panitia mengajak perangkat daerah, camat, organisasi kemasyarakatan hingga masyarakat yang ingin ikut tampil untuk berpartisipasi dan berkoordinasi dengan panitia Hari Jadi Kuningan.
Dengan demikian, perayaan Hari Jadi ke-528 Kuningan bukan sekadar rangkaian seremoni yang selesai setelah rapat paripurna atau hiburan rakyat. Perayaannya masih akan terus bergulir melalui berbagai kegiatan yang memadukan olahraga, budaya, ekonomi kreatif, pelayanan publik hingga pelestarian sejarah.
“Jadi masih banyak agenda Hari Jadi Kuningan yang akan kita laksanakan. Mudah-mudahan seluruh rangkaian ini bisa dinikmati masyarakat dan menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan, termasuk melalui Karnaval Budaya yang mengangkat sejarah perjalanan Kuningan,” pungkas U Kusmana.***














