Kuningan Makin “Melesat”? Ini Deretan Angka yang Dipaparkan Bupati Dian

KUNINGANSATU.COM,- Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kabupaten Kuningan dalam Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Kuningan dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-528 Kuningan, Selasa (1/9/2026).

Sidang paripurna yang digelar di Gedung Sekretariat DPRD Kabupaten Kuningan tersebut menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk mengevaluasi perjalanan pembangunan sekaligus menyampaikan arah kebijakan Kuningan ke depan.

Dalam sambutannya, Dian menegaskan bahwa peringatan Hari Jadi Kuningan bukan sekadar agenda seremonial. Menurutnya, momentum tersebut harus menjadi ruang refleksi terhadap perjalanan sejarah sekaligus upaya memperkuat komitmen pembangunan daerah.

“Peringatan hari jadi adalah mimbar perenungan spiritual dan historis. Mari sejenak kita menundukkan kepala, membacakan doa terbaik, dan menyampaikan rasa hormat serta terima kasih setinggi-tingginya kepada para leluhur, pendiri, pendahulu, serta para pemimpin daerah terdahulu,” ujar Dian.

Dian menyebut salah satu capaian yang menjadi perhatian pemerintah daerah adalah pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kuningan.

Ia menyampaikan, pertumbuhan ekonomi Kuningan pada 2025 mencapai 6,98 persen. Sementara pada triwulan pertama 2026 dibandingkan dengan triwulan keempat 2025, pertumbuhan ekonomi tercatat 7,01 persen.

Menurut Dian, capaian tersebut menunjukkan adanya peningkatan aktivitas ekonomi dan daya saing daerah.

Selain itu, PDRB per kapita Kabupaten Kuningan pada 2025 disebut meningkat menjadi Rp33,94 juta.

“Ini mencerminkan perkembangan kesejahteraan masyarakat yang kian baik,” katanya.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga mencatat indeks daya saing daerah sebesar 3,88.

Pada sektor infrastruktur, Dian menyampaikan tingkat kemantapan jalan daerah telah mencapai 78,23 persen.

Pemerintah Kabupaten Kuningan juga menjalankan sejumlah program peningkatan kualitas jalan serta mendapatkan dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Pada momentum Hari Jadi ke-528 Kuningan, Dian secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang turut memberikan perhatian terhadap pembangunan infrastruktur Kuningan.

Ia menyebut terdapat rencana penanganan ruas Jalan Winduaji hingga Lebakwangi sepanjang kurang lebih 10 kilometer serta kawasan Bojong dengan nilai anggaran yang disebut mendekati Rp22 miliar.

“Terima kasih Pak Gubernur. Bertepatan dengan 1 September, Hari Jadi Kuningan, Bapak menghadiahi masyarakat Kabupaten Kuningan perbaikan jalan yang dinanti-nanti,” ujar Dian.

Sementara di sektor pertanian, melalui program Jawa Tani, pemerintah daerah menyebut telah menyelesaikan pemeliharaan dan pembangunan 235 unit jaringan irigasi.

Selain itu, sebanyak 30.000 ton subsidi pupuk telah disalurkan untuk mendukung ketahanan pangan. Dari berbagai program tersebut, produksi beras Kabupaten Kuningan disebut mengalami surplus hingga 119.933 ton.

Dian juga mengungkapkan perkembangan investasi di Kabupaten Kuningan.

Salah satu rencana investasi berada di Kecamatan Japara berupa pembangunan pabrik sepatu dengan nilai investasi sekitar Rp1,3 triliun. Investasi tersebut diperkirakan dapat menyerap hingga 10.000 tenaga kerja.

Sementara di Kecamatan Cidahu, terdapat dua investor yang disebut berencana membangun pabrik dengan nilai investasi sekitar Rp1,5 triliun. Dua investasi tersebut juga diproyeksikan menyerap sekitar 10.000 tenaga kerja.

“Minat investasi di Kabupaten Kuningan semakin menunjukkan perkembangan yang positif,” kata Dian.

Selain itu, pemerintah daerah juga menyinggung masuknya investasi sebesar Rp4,8 triliun dari KSB Indonesia pada AJ Group.

Dian berharap berbagai investasi tersebut dapat memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat, khususnya dalam membuka lapangan pekerjaan.

Di bidang pendidikan, Pemkab Kuningan mencatat pembangunan 18 ruang kelas baru, rehabilitasi 307 ruang kelas, pembangunan 34 perpustakaan, 12 laboratorium serta 74 fasilitas sanitasi sekolah.

Pembangunan tersebut diarahkan untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih layak dan aman bagi para pelajar.

Sementara dalam penanganan stunting, pemerintah daerah menyebut angka stunting terus ditekan menuju target di bawah 10 persen.

Di bidang keagamaan, program Ngaji Diri disebut telah memberikan insentif kepada 1.000 guru ngaji. Pemerintah juga menyediakan beasiswa bagi 1.250 santri serta bantuan air bersih dan sanitasi untuk pesantren dan rumah ibadah.

Persoalan pengangguran dan kemiskinan juga menjadi bagian dari evaluasi pembangunan yang disampaikan Bupati.

Dian menyebut tingkat pengangguran terbuka Kabupaten Kuningan pada 2025 berhasil ditekan menjadi 7,5 persen.

Melalui program Rumah Sadulur, pemerintah daerah memfasilitasi bursa kerja dengan menyediakan 13.358 lowongan pekerjaan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.280 tenaga kerja telah ditempatkan.

Sementara pada sektor perumahan, sebanyak 1.388 unit rumah tidak layak huni disebut telah diperbaiki menjadi rumah yang lebih layak dan sehat.

Selain itu, pembangunan rumah dalam mendukung program tiga juta rumah telah mencapai 2.444 unit.

Pemberdayaan UMKM juga menjadi salah satu sektor yang terus didorong. Dian menyebut sebanyak 42.937 UMKM mendapatkan pemberdayaan.

Di sektor pariwisata, jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Kuningan pada 2025 disebut telah menembus lebih dari tiga juta orang.

“Ini menegaskan posisi Kuningan sebagai Highland Sanctuary, destinasi unggulan Jawa Barat,” ucapnya.

Kekuatan budaya juga mendapat perhatian. Dua karya budaya asal Kuningan, yakni kesenian Dogdog dan upacara adat Pesta Dadung, disebut telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Dian menilai capaian tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga identitas budaya Kuningan di tengah perkembangan zaman.

Dari sektor tata kelola pemerintahan, Kabupaten Kuningan kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Capaian tersebut menjadi peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya yang memperoleh opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP).

Kabupaten Kuningan juga memperoleh penghargaan terkait kepatuhan hukum dengan nilai 84,4 kategori A.

Sementara dari Ombudsman Republik Indonesia, Kabupaten Kuningan memperoleh predikat kualitas tinggi dengan nilai 78,38.

Dian mengatakan capaian tersebut menjadi bukti bahwa tata kelola pemerintahan di Kabupaten Kuningan terus mengalami perbaikan.

Dua BUMD Kabupaten Kuningan, yakni PT Persada Bank Kuningan dan Perumda Air Minum Tirta Kamuning, juga disebut terus memberikan kontribusi terhadap daerah.

PT Persada Bank Kuningan di antaranya memperoleh Golden Champion Infobank Awards 2026 atas kinerja selama lima tahun berturut-turut.

Sementara Perumda Air Minum Tirta Kamuning meraih Top BUMD Awards 2025 dengan predikat bintang empat.

“Ke depan kita berharap BUMD dapat terus tumbuh semakin sehat dan profesional, memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta semakin besar kontribusinya dalam mendorong perekonomian daerah dan meningkatkan PAD Kabupaten Kuningan,” tutur Dian.

Dalam sambutannya, Dian juga menjelaskan makna tema Hari Jadi ke-528 Kuningan, yakni “Melesat Ngudag Jaman, Ngakar Kuat Purwadaksi.”

Menurutnya, tema tersebut menjadi pedoman agar Kuningan mampu bergerak cepat menghadapi perubahan tanpa meninggalkan identitas daerah.

“Melesat ngudag jaman menuntut kita untuk berani cepat beradaptasi dengan kemajuan teknologi, membuka diri terhadap arus modernisasi, serta memacu akselerasi ekonomi dan daya saing daerah,” katanya.

Namun, kata Dian, kemajuan tersebut harus tetap berpijak pada sejarah, budaya dan nilai-nilai masyarakat Kuningan.

“Kita bergerak maju tanpa kehilangan kepribadian, kita meraih dunia tanpa melupakan asal-usul keberadaan kita,” ujarnya.

Dian mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, DPRD, TNI-Polri, akademisi, alim ulama, pelaku usaha, organisasi masyarakat hingga insan pers untuk menjaga kolaborasi dalam membangun daerah.

“Jangan biarkan perbedaan warna atau pandangan politik meretakkan persaudaraan kita. Kuningan adalah rumah besar kita bersama. Hanya dengan gotong royong dan kesatuanlah, kita mampu menyongsong masa depan yang melesat tanpa kehilangan akar budaya kita,” katanya.

Menutup sambutannya, Dian mengajak masyarakat menjadikan Hari Jadi ke-528 sebagai momentum untuk terus berkarya dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang.

“Setinggi apa pun layang-layang membubung, ia tak pernah lepas dari helai benang keberangkatan. Kemajuan adalah jemputan cita-cita, dan tradisi adalah akar yang menjaga kita tetap berdiri,” pungkasnya.

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup