Bukan Pameran Pembangunan! Hari Jadi Kuningan 528 Kini Punya Festival Kopi

KUNINGANSATU.COM,- Kabupaten Kuningan bakal punya suguhan berbeda dalam rangkaian Hari Jadi Ke 528 Kuningan . Jika sebelumnya perayaan dimeriahkan dengan pameran pembangunan, tahun ini Pemkab Kuningan mengemasnya dalam festival kopi bertajuk Ciremai Coffee Culture.

Festival yang mengusung tema “Melesat Bersama Aroma Kopi” itu akan berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat hingga Minggu, 4-6 September 2026, dengan pusat kegiatan di kawasan Pandapa Paramarta Kuningan.

Koordinator Lapangan (Korlap) Ciremai Coffee Culture, Alvin Fitranda, ST., M.Si., mengatakan konsep festival sengaja diarahkan pada komoditas kopi sebagai bagian dari upaya mengangkat potensi kopi daerah.

“Sebagai pengganti pameran pembangunan, tahun ini Pak Bupati menginginkan pameran lebih ke arah tematik, yaitu komoditas kopi. Sehingga untuk Hari Jadi ini kita adakan festival kopi dengan Ciremai Coffee Culture,” ujar Alvin, Kamis (3/9/2026).

Menurutnya, festival tersebut akan melibatkan sekitar 20 petani kopi dan 20 kedai kopi. Selain itu, sejumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga akan mengisi area festival dengan berbagai produk berbahan baku kopi maupun makanan dan minuman pendamping.

Di area utama, panitia menyiapkan sekitar 40 tenant, ditambah sembilan tenda untuk kegiatan uji bersama. Para peserta tidak dipilih secara sembarangan. Pemkab menggandeng Asosiasi Petani Kopi Indonesia (APGI) untuk melakukan kurasi terhadap produk yang akan ditampilkan.

Tak hanya pameran dan transaksi kopi, Ciremai Coffee Culture juga akan diisi berbagai kegiatan yang berkaitan dengan dunia perkopian. Di antaranya tarung seduh, cupping, business matching, sarasehan kopi hingga hiburan dari sejumlah sekolah di sekitar lokasi.

Alvin berharap kegiatan business matching dapat membuka peluang lebih besar bagi petani kopi lokal. Salah satu targetnya adalah mempertemukan petani dengan para pelaku kedai kopi sehingga produk kopi Kuningan semakin banyak digunakan di daerah sendiri.

“Kita harapkan dari bisnis matching yang kita adakan ini bisa meraih petani-petani kopi yang ada di Kabupaten Kuningan, sehingga kedai-kedai kopi yang ada di Kuningan itu bisa menggunakan kopi-kopi yang berasal dari Kuningan itu sendiri,” katanya.

Jenis kopi yang ditampilkan pun cukup beragam, mulai dari Arabika, Robusta hingga Liberika. Keberagaman tersebut menjadi salah satu daya tarik festival sekaligus ruang untuk mengenalkan potensi kopi Kuningan kepada masyarakat.

Selain tenant kopi, pengunjung juga akan menemukan stan Dekranasda, BUMD, serta UMKM yang mengolah kopi menjadi berbagai produk. Panitia juga menyediakan area untuk pengunjung menikmati kopi sambil mengikuti rangkaian acara di panggung.

Menariknya, festival ini tidak membebankan biaya sewa stan kepada para pelaku usaha. Menurut Alvin, kegiatan tersebut dapat terlaksana berkat dukungan sponsor, salah satunya Bank Indonesia (BI), serta sejumlah pihak lainnya.

“Ada sumbangan-sumbangan dari sponsor, terutama dari BI. Ini sponsor yang sangat luar biasa, sangat besar. Semua dibiayai oleh sponsor. Aqua juga salah satu sponsor kita,” ungkapnya.

Untuk menarik minat masyarakat, pengunjung juga berpeluang mendapatkan harga khusus selama festival. Pemkab Kuningan sebelumnya telah mengeluarkan surat edaran agar pelaku usaha memberikan diskon produk dalam rangka Hari Jadi Kuningan.

“Insyaallah, karena itu kembali ke UMKM-nya. Semua stan juga gratis, tidak kita tarif lagi,” ujar Alvin.

Festival tersebut juga tetap melibatkan keberadaan pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini beraktivitas di sekitar kawasan Pandapa. Panitia menggandeng paguyuban PKL Pandapa dan Paguyuban PKL Stadion agar para pedagang yang sudah lebih dahulu berjualan di kawasan tersebut tetap dapat beraktivitas.

Adapun jadwal kegiatan dimulai Jumat pukul 16.00 WIB dan dilanjutkan pembukaan pada malam hari. Pada Sabtu, kegiatan berlangsung mulai pukul 10.00 hingga sekitar pukul 21.00 WIB.

Sementara pada Minggu, kegiatan festival sempat dihentikan sementara karena adanya agenda Fun Run. Rangkaian Ciremai Coffee Culture kemudian kembali dilanjutkan sekitar pukul 13.00 WIB dan ditutup pada malam harinya sekitar pukul 20.00 WIB.

Dengan konsep tersebut, Ciremai Coffee Culture diharapkan tidak sekadar menjadi ajang menikmati kopi, tetapi juga menjadi ruang promosi produk lokal, mempertemukan petani dengan pelaku usaha, sekaligus memperkuat ekosistem kopi Kuningan.

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup