Kenali Gejala dan Risiko Diabetes, Mahasiswi UNISA Kuningan Gelar Penyuluhan
KUNINGANSATU.COM, – Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya diabetes atau penyakit kencing manis dilakukan mahasiswi Fakultas Kesehatan (FKES) Universitas Islam Al-Ihya Kuningan (UNISA) melalui kegiatan penyuluhan kesehatan di UPTD Puskesmas Ciawigebang, Sabtu (17/10/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Praktik Belajar Lapangan 2 (PBL 2) yang dilaksanakan mahasiswa Kelompok 5. Dalam kegiatan ini, Lia Sapitri bertindak sebagai pemateri dengan membahas pengenalan diabetes, gejala yang perlu diwaspadai, faktor risiko, serta langkah pencegahannya.
Dalam pemaparannya, Lia menjelaskan bahwa diabetes merupakan kondisi ketika kadar gula darah terlalu tinggi akibat tubuh tidak menghasilkan insulin yang cukup atau tidak dapat menggunakan insulin secara efektif. Padahal, insulin berperan penting dalam membantu gula masuk ke dalam sel untuk digunakan sebagai energi.
“Diabetes bisa tidak bergejala, tetapi dampaknya dapat serius. Karena itu, penting bagi kita untuk mengenali risikonya, memeriksa gula darah secara berkala, menjaga pola makan, dan aktif bergerak,” ujarnya.
Lia juga menjelaskan sejumlah gejala yang perlu diwaspadai, seperti sering merasa haus, lebih sering buang air kecil, mudah lapar, cepat lelah, penglihatan kabur, hingga luka yang sulit sembuh. Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas dan kesemutan pada tangan atau kaki juga menjadi tanda yang perlu diperhatikan.
Selain mengenali gejala, masyarakat perlu memahami faktor yang dapat meningkatkan risiko diabetes. Di antaranya kelebihan berat badan, kurangnya aktivitas fisik, bertambahnya usia, serta adanya riwayat diabetes dalam keluarga.
Untuk membantu mencegah penyakit tersebut, materi penyuluhan turut membahas penerapan pola hidup sehat melalui prinsip CERDIK, yakni cek kesehatan secara berkala, enyahkan asap rokok, rajin beraktivitas fisik, diet seimbang, istirahat cukup, dan kelola stres.
Dalam menjaga pola makan, masyarakat dianjurkan memperbanyak konsumsi sayuran, memilih buah utuh dalam porsi yang sesuai, serta mengonsumsi sumber protein seperti ikan, telur, tahu, dan tempe. Konsumsi minuman manis serta makanan tinggi gula juga perlu dibatasi.
Pengaturan pola makan bukan berarti seseorang harus berhenti mengonsumsi nasi atau buah sama sekali. Hal yang lebih penting adalah memperhatikan jenis makanan, porsi, dan pola makan sesuai kebutuhan serta anjuran tenaga kesehatan.
Sementara itu, bagi masyarakat yang telah didiagnosis diabetes, pengendalian gula darah perlu dilakukan secara konsisten. Langkah tersebut meliputi menjalani pengobatan sesuai resep dokter, memantau kadar gula darah, menjaga pola makan, melakukan aktivitas fisik yang aman, serta menjalani pemeriksaan kesehatan secara rutin.
Melalui kegiatan PBL 2 ini, mahasiswa Kelompok 5 FKES UNISA Kuningan turut mengambil peran dalam memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat, khususnya mengenai pentingnya mengenali risiko diabetes dan menerapkan kebiasaan hidup sehat.
Penyuluhan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat bahwa pencegahan diabetes dapat dimulai dari kebiasaan sehari-hari, mulai dari memilih makanan yang lebih sehat, rutin beraktivitas fisik, hingga memeriksakan kondisi kesehatan secara berkala.















