Harapan Kankan: Penyandang Disabilitas Butuh Kesempatan, Bukan Belas Kasihan
KUNINGANSATU.COM,- Kreator TikTok penyandang disabilitas netra , Kankan Kandarsyah, terus menunjukkan konsistensinya dalam berkarya meski harus menghadapi berbagai tantangan saat melakukan siaran langsung di luar ruangan. Sejak aktif melakukan live outdoor pada 2024, Kankan yang kini memiliki 39,4 ribu pengikut di TikTok menyadari aktivitas tersebut jauh lebih menantang dibanding siaran dari dalam rumah. Keterangan itu ia sampaikan dalam wawancara di kediamannya di Kabupaten Kuningan pada Senin (1/12/2025).
Namun, keputusan untuk tetap melakukan live outdoor ia ambil karena tingginya antusiasme penonton. Banyak warga Kuningan yang merantau mengaku terhibur melihat suasana kampung halaman melalui siaran yang ia lakukan di berbagai sudut kota.
“Banyak yang bilang live outdoor itu ngangenin. Perantau senang bisa lihat Kuningan lagi,” ungkapnya.
Cuaca menjadi salah satu kendala terbesar. Hujan yang datang tiba-tiba membuatnya kesulitan mencari tempat berteduh. Sebagai penyandang disabilitas netra, situasi tersebut sangat berisiko karena ia tidak bisa bergerak sembarangan.
“Kalau hujan datang tiba-tiba, saya bisa kebingungan. Lari tanpa tahu arah itu berbahaya,” ujarnya.
Kankan juga menyinggung pendapatannya dari TikTok. Meski enggan menyebutkan angka, ia memastikan penghasilannya kini cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Ia menyebut capaian itu hasil dari konsistensi, kemampuan beradaptasi, dan pemahaman terhadap algoritma platform.
“Yang penting itu konsisten. Kalau kita serius, hasilnya mengikuti,” katanya.
Lebih dari sekadar mencari pendapatan, ia berharap kehadirannya dapat memberi motivasi bagi penyandang disabilitas lainnya. Menurutnya, keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berkarya.
“Penyandang disabilitas itu bukan untuk dikasihani. Yang dibutuhkannya adalah kesempatan,” tegasnya.
Ia juga mengajak para penyandang disabilitas untuk fokus pada potensi diri dan berani mencoba berbagai peluang.
“Kemampuan kita sering kali lebih besar dari yang kita kira. Tinggal bagaimana menggali dan memaksimalkannya,” ujarnya.
Kepada pemerintah daerah, Kankan berharap ada perhatian lebih terhadap difabel yang memiliki kemampuan tetapi belum mendapatkan ruang untuk berkembang. Akses yang setara, dukungan fasilitas, dan kesempatan kerja dinilai masih menjadi kebutuhan penting.
“Banyak teman-teman difabel yang mampu . Tapi kesempatan itu yang masih kurang,” katanya.
Perjalanan Kankan di TikTok menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berkarya dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Keberaniannya menghadapi berbagai risiko saat live outdoor menunjukkan bahwa semangat, konsistensi, dan kesempatan dapat membuka jalan baru bagi penyandang disabilitas.















