GASAK Soroti Dewan Pengawas Bank Kuningan, Desak Perbaikan
KUNINGANSATU.COM,- Presidium Gerakan Satu Kuningan (GASAK), Nurdiansyah Rifatullah, menyoroti penunjukan dewan pengawas Bank Kuningan yang baru saja diumumkan oleh panitia seleksi. Dari hasil wawancara yang dilakukan Bupati Kuningan, ditetapkan Drs. Nono Sujono sebagai dewan pengawas (dewas) terpilih.
Menurut Nurdiansyah, sejak awal GASAK sudah memprediksi bahwa Nono Sujono akan dipilih karena faktor kedekatannya dengan Bupati, baik di organisasi maupun birokrasi. Meski demikian, ia menegaskan bahwa yang terpenting saat ini adalah bagaimana dewan pengawas baru mampu membawa perbaikan menyeluruh terhadap operasional Bank Kuningan.
“Isu serius yang sedang dihadapi Bank Kuningan adalah loan to deposit ratio (LDR) yang mencapai 123,01 persen, jauh di atas ambang batas aman 75-90 persen. Kondisi ini berpotensi membuat bank tidak mampu membayar jika nasabah melakukan penarikan dana secara masif (rush money),” jelas Nurdiansyah, Jumat (12/9/2025).
GASAK juga menyoroti lemahnya kontribusi Bank Kuningan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dari catatan mereka, laba bersih yang dibukukan hanya Rp2,66 miliar, jauh lebih kecil dibanding biaya operasional administrasi dan umum yang mencapai Rp22 miliar.
“Bayangkan, biaya operasional lebih besar dari laba. Padahal kami berharap bank plat merah milik Pemda Kuningan ini bisa menyetor minimal Rp20 miliar per tahun ke PAD,” tegasnya.
Lebih lanjut, GASAK mengungkap adanya sejumlah aduan dari masyarakat. Di antaranya, masih adanya penagihan utang terhadap nasabah yang sudah meninggal bertahun-tahun, meski seharusnya telah diasuransikan. Hal ini, menurut mereka, menambah daftar panjang masalah tata kelola Bank Kuningan.
“Dengan kondisi ini, kami mendesak Bupati Kuningan segera melakukan bersih-bersih. Jangan sampai permasalahan yang ada justru semakin membebani Pemda, apalagi Pemda sendiri kini sedang mengajukan pinjaman ke Bank BJB untuk menutup tunggakan daerah yang akan dibayar dari PAD selama lima tahun ke depan,” ujar Nurdiansyah.
Ia menegaskan, GASAK akan terus mengawal kinerja dewan pengawas yang baru, sembari mendesak agar Bank Kuningan benar-benar dibenahi agar sehat, efisien, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah. (*)
















