Diskanak Kuningan Pastikan Stok Hewan Kurban Aman, Ribuan Kalung Sehat Mulai Disebar

KUNINGANSATU.COM,- Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Kuningan memastikan ketersediaan hewan kurban di wilayah Kuningan dalam kondisi aman dan mencukupi. Pengawasan kesehatan hewan pun mulai diperketat untuk mencegah penyebaran penyakit ternak dari luar daerah.

Sebagai langkah pengawasan, Diskanak menyiapkan sebanyak 10.000 “Kalung Sehat” yang akan dipasang pada hewan kurban yang telah lolos pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan layak untuk dikurbankan.

Dokter hewan dari Diskanak Kabupaten Kuningan, drh. Rofiq, mengatakan pemeriksaan kesehatan hewan sudah mulai dilakukan sejak 6 Mei 2026 dengan melibatkan petugas dari seluruh UPTD Puskeswan serta organisasi profesi dokter hewan.

“Kalung Sehat ini menjadi penanda bahwa hewan sudah diperiksa dan dalam kondisi sehat. Pemeriksaan dilakukan di lapak pedagang, pasar hewan, hingga lokasi penjualan hewan kurban di pinggir jalan,” ujarnya saat ditemui di Gedung Setda Kabupaten Kuningan, Kamis (7/5/2026).

Ia menjelaskan, ribuan kalung tersebut telah dibagikan ke enam UPTD Puskeswan yang tersebar di Kabupaten Kuningan guna mendukung pengawasan selama musim penjualan hewan kurban.

Selain pemeriksaan rutin, Diskanak juga meningkatkan pengawasan terhadap lalu lintas ternak dari luar daerah, khususnya dari wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi potensi penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) maupun Lumpy Skin Disease (LSD).

Menurut drh. Rofiq, kondisi ternak di Kabupaten Kuningan saat ini relatif aman dan terkendali. Namun kewaspadaan tetap diperlukan karena penyakit ternak masih ditemukan di sejumlah daerah lain.

“Setiap hewan yang masuk ke Kuningan wajib membawa Surat Keterangan Kesehatan Hewan dan dipastikan sudah divaksin. Ini penting untuk mencegah penularan penyakit,” katanya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih teliti mengenali gejala LSD pada ternak. Penyakit tersebut ditandai munculnya benjolan besar pada tubuh hewan dan kerap disalahartikan sebagai kutil biasa.

“Kalau LSD benjolannya besar dan jaraknya tidak rapat. Masyarakat sering menyebutnya penyakit lato-lato,” jelasnya.

Di sisi lain, Diskanak memastikan stok hewan kurban tahun ini lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Populasi sapi maupun domba disebut mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya.

Kebutuhan sapi kurban di Kabupaten Kuningan diperkirakan berkisar 4.000 hingga 5.000 ekor, sementara kebutuhan domba mencapai 10.000 sampai 12.000 ekor. Saat ini, jumlah ternak yang tersedia disebut melampaui kebutuhan tersebut.

Tak hanya memenuhi kebutuhan lokal, Kabupaten Kuningan juga rutin memasok hewan kurban ke wilayah Jabodetabek dan sejumlah daerah lain di Jawa Barat.

Diskanak pun mengimbau masyarakat serta panitia kurban agar membeli hewan yang sudah memiliki Kalung Sehat atau dokumen kesehatan resmi agar lebih aman dan terjamin kesehatannya.

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup