Cipakem Punya Cara Baru Rawat Alam: Kurikulum Hutan & Masjid!
KUNINGANSATU.COM,- Upaya menjaga lingkungan kembali mendapat perhatian serius dari masyarakat Desa Cipakem, Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan. Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Cipakem D.Wahyudin menegaskan pentingnya langkah pencegahan bencana tidak hanya dilakukan melalui kegiatan teknis, namun juga melalui pendekatan spiritual dan sosial.
“Merawat Jagat – Kuningan Melesat – Cipakem Siap” menjadi semboyan yang digaungkan sebagai spirit gerakan bersama. Wahyudin menyebut, masyarakat Cipakem tengah mendorong dua kurikulum penguatan masyarakat, yakni Kurikulum Kehutanan dan Kurikulum Masjid, sebagai satu kesatuan ikhtiar untuk melindungi alam sekaligus memperkuat akhlak warga.
Menurutnya, Cipakem yang dikenal berhawa sejuk dengan bentang alam subur tak lepas dari potensi ancaman longsor dan kekeringan apabila hutan tidak dijaga. Melalui Kurikulum Kehutanan, warga diajak untuk menanam, merawat, serta menjaga pepohonan sebagai benteng penahan bencana.
“Hutan bukan sekadar ruang hijau, tetapi amanah penciptaan. Pohon itu pasukan sunyi yang menyimpan air dan menjaga bumi tetap teduh,” ujarnya, Jum’at (5/12/2025).
Selain aspek lingkungan, Wahyudin menilai menjaga bumi harus sejalan dengan pembinaan keagamaan. Karena itu Kurikulum Masjid difokuskan untuk memakmurkan rumah ibadah, membiasakan masyarakat dengan Al-Qur’an serta pembinaan akhlak generasi muda.
“Setiap huruf Al-Qur’an yang dibaca adalah cahaya yang meneguhkan jiwa. Ketika masjid hidup, perilaku menjaga alam tumbuh dari dalam diri,” jelasnya.
Wahyudin meyakini, perpaduan kedua kurikulum tersebut mampu menjadi kunci mengurangi risiko bencana di Cipakem. Ia menekankan bahwa kerusakan alam bermula dari kelalaian manusia, dan pelestarian alam lahir dari jiwa yang sadar dan terdidik. Dengan menggerakkan masyarakat secara bersama, ia optimistis Cipakem menjadi desa yang lebih tangguh dan sejahtera.
“Dengan semangat kebersamaan, kami ingin masyarakat bukan hanya tinggal di bumi, tapi merawatnya. Bukan hanya beribadah di masjid, tapi memakmurkannya. Semua ini ikhtiar agar Kuningan selamat hari ini, esok, dan selamanya,” kata Wahyudin.
Harapannya, program ini menjadi benteng keselamatan bagi warga, sekaligus ladang pahala yang membawa berkah bagi Kuningan.
















