Bukan Cuma Dokumentasi, Ini Cara SDN 11 Kuningan Bangun Citra di Medsos
KUNINGANSATU.COM,- SD Negeri 11 Kuningan mulai serius membangun wajah sekolah di ruang digital. Tidak hanya mengandalkan aktivitas di lingkungan sekolah, berbagai kegiatan siswa dan program pendidikan kini dikemas melalui media sosial agar lebih mudah dikenal masyarakat.
Langkah tersebut dilakukan melalui pengelolaan sejumlah kanal media sosial resmi sekolah, mulai dari Instagram, TikTok hingga YouTube. Tim Media SDN 11 Kuningan menjadi motor di balik produksi dan publikasi konten yang menampilkan berbagai aktivitas sekolah.
Mulai dari kegiatan pembelajaran, kreativitas siswa, hingga dokumentasi berbagai agenda sekolah dikemas dengan konsep visual yang lebih rapi dan modern. Konten tidak sekadar menjadi dokumentasi, tetapi juga diarahkan sebagai sarana komunikasi sekolah dengan orang tua siswa dan masyarakat.
Kepala SDN 11 Kuningan, Dewi Setiani, S.Pd.I., mengatakan perkembangan teknologi membuat media sosial memiliki peran penting dalam memperkenalkan berbagai potensi yang dimiliki sekolah.
Menurutnya, keberadaan media sosial dapat menjadi ruang bagi sekolah untuk menunjukkan aktivitas positif sekaligus membangun kepercayaan masyarakat.
«“Media sosial hari ini adalah etalase utama sekolah. Melalui visual yang bersih dan penyampaian yang kreatif di Instagram, TikTok, maupun YouTube, kami ingin menunjukkan bahwa meskipun berada di sudut kota dengan jumlah siswa yang relatif sedikit, SDN 11 Kuningan memiliki kualitas dan semangat ‘Sekolah Kecil, Prestasi Besar’ yang luar biasa,” ujar Dewi.»
Pengelolaan konten kemudian disesuaikan dengan karakter masing-masing platform. Tim Media tidak menggunakan satu pola yang sama untuk seluruh kanal, melainkan menyesuaikan format dengan kebiasaan pengguna di Instagram, TikTok maupun YouTube.
Ketua Tim Media SDN 11 Kuningan, Yaquth Jamalullail, S.Pd., menjelaskan bahwa proses tersebut dilakukan melalui perencanaan konten secara rutin. Tim memilih materi yang dianggap relevan, kemudian menentukan format penyajiannya agar pesan yang disampaikan tetap memiliki nilai edukasi.
«“Kami menyesuaikan format konten dengan kebiasaan audiens di setiap platform. Untuk TikTok, kami buat video pendek yang tren dan energik; di Instagram, fokus kami pada estetika foto serta Reels yang rapi; sedangkan YouTube kami manfaatkan untuk dokumentasi kegiatan yang lebih mendalam,” jelas Yaquth.»
Ia menambahkan, aspek visual menjadi salah satu perhatian tim dalam setiap produksi konten. Meski demikian, estetika bukan menjadi tujuan utama, melainkan bagian dari cara agar informasi sekolah lebih mudah diterima oleh masyarakat.
“Prinsip utama kami sederhana: konten harus informatif, menarik, dan tentunya enak dilihat agar pesan edukasinya sampai dengan baik ke masyarakat,” tambahnya.
Upaya memperkuat kehadiran sekolah di ruang digital tersebut sekaligus menjadi bagian dari implementasi program Pesona SD dari Dinas Pendidikan. Melalui publikasi yang dilakukan secara konsisten, berbagai kegiatan dan potensi sekolah diharapkan dapat terdokumentasikan sekaligus menjangkau masyarakat yang lebih luas.
Bagi SDN 11 Kuningan, media sosial kini bukan lagi sekadar tempat mengunggah foto atau video kegiatan. Kanal digital menjadi bagian dari upaya membangun identitas sekolah, memperkenalkan kreativitas siswa, serta menunjukkan aktivitas pendidikan kepada publik.
Dengan konsep konten yang terus dikembangkan, SDN 11 Kuningan pun berupaya menjaga eksistensinya di tengah perubahan pola komunikasi masyarakat yang semakin bergeser ke ruang digital.















