Belajar Ilmu Falak, Santri Al Istiqomah Hitung Hilal Jelang Idul Fitri 1447 H
KUNINGANSATU.COM,- Santri dan santriyah Pondok Pesantren Salafiyyah Al Istiqomah menggelar kajian sekaligus praktik perhitungan ilmu falak sebagai upaya memahami penentuan awal bulan Hijriyah, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah.
Kegiatan yang berlangsung sejak 28 Februari hingga 10 Maret 2026 ini menjadi bagian dari pembelajaran intensif di lingkungan pesantren, dengan fokus pada metode ephemeris dalam menghitung posisi benda langit.
Dalam praktik tersebut, para santri melakukan perhitungan ijtimā’ (konjungsi) yang diperoleh terjadi pada pukul 08° 23′ 20,41″. Sementara itu, waktu matahari terbenam (ghurūb) berada pada pukul 17° 58′ 51,4″ waktu setempat.
Hasil pengamatan hisab menunjukkan bahwa saat matahari terbenam, posisi hilal berada di ketinggian mar’i sekitar 2° 15′ 44,98″ di atas ufuk. Adapun lama keberadaan hilal setelah matahari terbenam tercatat sekitar 13 menit 39 detik, dengan waktu terbenam hilal diperkirakan pukul 18° 12′ 30,66″.
Dari sisi astronomis, hilal berada pada azimut sekitar 3° 57′ 14,04″ dari posisi matahari, dengan kemiringan mencapai 74° 06′ 40″ yang condong ke arah utara. Selain itu, elongasi hilal hanya sekitar 2° 15′ 22,68″ dengan tingkat iluminasi sebesar 0,0024 bagian.
Jika mengacu pada kriteria imkan rukyat MABIMS yang digunakan di Indonesia—yakni tinggi hilal minimal 3° dan elongasi minimal 6,4°—hasil perhitungan tersebut menunjukkan bahwa posisi hilal belum memenuhi syarat visibilitas.
“Secara hisab, hilal masih sangat sulit dirukyat,” ujar Pimpinan Pondok Pesantren Salafiyyah Al Istiqomah, K.H. Aef Saefurrohman, Senin (17/3/26).
Berdasarkan hasil kajian tersebut, lanjutnya, besar kemungkinan bulan Ramadhan digenapkan menjadi 30 hari. Dengan demikian, awal Bulan Syawal 1447 Hijriyah diperkirakan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Kegiatan ini, menurut K.H. Aef Saefurrohman, tidak hanya sebatas praktik perhitungan, tetapi juga menjadi sarana penguatan tradisi keilmuan pesantren, khususnya dalam bidang ilmu falak.
“Santri dilatih untuk memahami metode hisab secara ilmiah sekaligus mengasah kemampuan analisis astronomi,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa penetapan awal Syawal tetap menunggu hasil sidang isbat yang akan di gelar pemerintah melalui Kementrian Agama Republik Indonesia.
“Namun demikian, penetapan resmi 1 Syawal 1447 Hijriyah tetap menunggu hasil sidang isbat yang akan diumumkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.”pungkasnya
















