Ratusan Warga Cantilan Tumpah ke Jalan, Babarit Jadi Simbol Syukur dan Kebersamaan

KUNINGANSATU.COM,- Ratusan warga Dusun Cantilan, Desa Linggamekar, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, berkumpul di tengah jalan pada Kamis (20/8/2026). Anak-anak, pemuda, hingga warga lanjut usia turut ambil bagian dalam kegiatan babarit yang berlangsung penuh antusias.

Tradisi tersebut menjadi salah satu rangkaian sekaligus puncak kegiatan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di lingkungan Dusun Cantilan. Sebelumnya, masyarakat telah mengikuti berbagai kegiatan seperti perlombaan dan parade karnaval.

Kegiatan babarit diawali dengan istighosah bersama. Warga kemudian mengikuti rangkaian tradisi yang menjadi bagian dari budaya masyarakat Sunda tersebut.

Babarit atau babaritan merupakan ritual adat tahunan masyarakat Sunda yang umumnya dilaksanakan sebagai bentuk ungkapan rasa syukur atas hasil bumi. Tradisi ini juga menjadi sarana memanjatkan doa agar masyarakat diberikan keselamatan dan terhindar dari bencana, wabah penyakit, maupun berbagai malapetaka.

Kepala Dusun 1 Cantilan, Udi Suhendi, mengatakan kegiatan babarit bukan sekadar agenda tahunan, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkumpul dan mempererat hubungan antarwarga.

Menurutnya, antusiasme masyarakat terlihat dari keterlibatan berbagai kelompok usia dalam kegiatan tersebut. Suasana kebersamaan pun terasa sejak awal acara hingga seluruh rangkaian babarit selesai.

“Babarit ini menjadi momen untuk berkumpul bersama warga. Bukan hanya sebagai tradisi, tetapi juga untuk mempererat silaturahmi dan kebersamaan masyarakat Dusun Cantilan,” ujar Udi Suhendi.

Ia menambahkan, pelaksanaan babarit sekaligus menjadi penutup rangkaian kegiatan semarak kemerdekaan di Dusun Cantilan yang sebelumnya diisi dengan berbagai perlombaan dan kegiatan karnaval.

“Setelah lomba-lomba dan karnaval, babarit ini menjadi puncaknya. Kami ingin kegiatan Agustusan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan warga,” katanya.

Di tengah perkembangan zaman, tradisi seperti babarit dinilai memiliki arti penting bagi masyarakat karena mempertemukan berbagai generasi dalam satu kegiatan. Anak-anak dapat mengenal tradisi yang telah diwariskan masyarakat, sementara generasi yang lebih tua tetap memiliki ruang untuk menjaga dan meneruskannya.

Kemeriahan peringatan kemerdekaan pun akhirnya tidak hanya terasa melalui berbagai perlombaan. Di Dusun Cantilan, semangat Agustusan berpadu dengan tradisi lokal yang membawa pesan syukur, doa, dan kebersamaan.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat berharap tradisi babarit tetap terjaga dan dapat terus dilaksanakan oleh generasi berikutnya sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Desa Linggamekar.

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup