Alan Suwgiri dan Jalan Pengabdian: Dukungan Mengalir, Pilihan Tetap Milik Rakyat

KUNINGANSATU.COM,- Sorotan terhadap proses pengisian posisi Direktur Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU) Kabupaten Kuningan semakin mengemuka. Nama aktivis muda Nahdlatul Ulama (NU), Alan Suwgiri, muncul sebagai salah satu figur yang banyak didorong publik untuk menempati jabatan strategis tersebut. Alan yang dikenal enerjik dan idealis ini disebut-sebut sebagai salah satu arsitek dan tim inti kemenangan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar pada Pilkada Kuningan lalu, sehingga wacana publik mengenai kesiapannya menduduki kursi Direktur PDAU kian menguat.

Ketua PWNU Jawa Barat, KH Juhadi, menjadi salah satu tokoh yang memberikan perhatian terhadap derasnya dorongan berbagai pihak kepada Alan. Saat berkunjung ke Kuningan, Minggu (9/11/2025) KH Juhadi menyampaikan apresiasinya dan menyebut dukungan publik tersebut sebagai bentuk kepercayaan terhadap kualitas kader muda NU. Ia mengaku bangga, atau reueus, melihat salah satu kader terbaik NU mendapat simpati masyarakat untuk mengisi jabatan publik penting di daerah.

KH Juhadi menilai Alan sebagai figur yang memiliki idealisme keummatan, berkomitmen tinggi, serta memiliki karakter gigih dan konsisten dalam memperjuangkan tujuan-tujuan sosial. Selain sebagai aktivis, Alan dikenal pula sebagai intelektual muda aktif yang mengajar sebagai dosen di perguruan tinggi dan dinilai mampu cepat belajar dan beradaptasi dalam berbagai lingkungan formal maupun sosial.

“Saya tidak memiliki keraguan bahwa Alan mampu mengemban tugas sebagai Direktur PDAU apabila dia memilih jalan itu,” ujar KH Juhadi.

Kendati demikian, Ketua PWNU Jabar tetap menghormati pilihan strategis Alan yang memilih tidak mengambil kesempatan tersebut. Menurutnya, keputusan Alan untuk tetap berada pada jalur perjuangan sosial-keummatan merupakan pilihan yang matang dan justru memberikan ruang pengabdian yang lebih luas. KH Juhadi memahami dan mendukung langkah Alan yang ingin tetap fokus mengayomi masyarakat Kuningan tanpa terikat sekat formal jabatan.

Ia menegaskan, di tengah dinamika dan tantangan masa depan yang kian kompleks dan disruptif, ruang pemberdayaan sosial dan keummatan yang dipilih Alan justru menjadi “ruang kelas kehidupan” yang akan membentuknya menjadi tokoh yang lebih matang, baik secara sosial, politik, maupun keummatan.

“Peran Alan masih panjang. Apa yang ia lakukan hari ini akan menjadi fondasi penting bagi masa depannya sebagai tokoh masyarakat,” ungkap KH Juhadi.

“Wallahu’ alam bisshawab,” tutupnya.***

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup