Kuningan Bebas Blankspot 2026, Semua Desa Kini Tersambung Jaringan!

KUNINGANSATU.COM,- Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan konektivitas digital yang merata hingga ke pelosok desa. Setelah melalui proses panjang sejak 2018, seluruh wilayah yang sebelumnya masuk kategori blankspot kini dinyatakan telah terlayani jaringan seluler.

Upaya tersebut ditegaskan melalui kegiatan monitoring pemasangan perangkat jaringan sektoral makro di Desa Gunung Aci dan Desa Situ Gede, Kecamatan Subang, yang menjadi titik akhir penuntasan wilayah tanpa sinyal di Kabupaten Kuningan.

Kepala Bidang Infrastruktur TIK Diskominfo Kuningan, Heri Juheri, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah desa, hingga penyedia layanan seperti Telkomsel.

“Dari total 48 desa yang sebelumnya tidak memiliki sinyal sama sekali, seluruhnya sudah terlayani pada April ini. Ini merupakan langkah besar dalam mendukung kebutuhan dasar masyarakat di era digital,” ujarnya.

Ia menjelaskan, perangkat jaringan di Desa Gunung Aci sebenarnya telah dipasang sejak pertengahan Maret 2026, namun proses monitoring bersama baru dilakukan awal April karena menyesuaikan jadwal operasional di lapangan.

Saat ini, jaringan sudah bisa dimanfaatkan masyarakat meski masih dalam tahap pengembangan. Perangkat yang digunakan bersifat sementara sembari menunggu pembangunan infrastruktur permanen seperti tower.

Menariknya, program ini tidak menggunakan anggaran APBD. Seluruh proses berjalan melalui skema kolaborasi antara Diskominfo, pemerintah desa, dan pihak operator.

“Ini bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam menjawab kebutuhan masyarakat, meskipun dengan keterbatasan anggaran,” tambahnya.

Meski seluruh blankspot telah teratasi, pekerjaan belum sepenuhnya selesai. Diskominfo kini mengalihkan fokus pada peningkatan kualitas jaringan di sekitar 15 desa yang masih mengalami sinyal lemah.

“Kategori berikutnya adalah wilayah dengan sinyal yang belum stabil. Ini sangat berpengaruh terhadap layanan publik, pendidikan, dan aktivitas ekonomi masyarakat,” jelas Heri.

Dengan kondisi geografis Kuningan yang didominasi perbukitan, peningkatan kualitas jaringan memerlukan strategi khusus serta kerja sama berkelanjutan dengan penyedia layanan.

Di sisi lain, kehadiran jaringan juga mulai diarahkan untuk mendukung transformasi digital di desa. Melalui program digital village, masyarakat didorong untuk memanfaatkan teknologi dalam meningkatkan kapasitas ekonomi dan pelayanan.

BUMDes pun diharapkan dapat berperan sebagai mitra strategis dalam distribusi layanan digital dan telekomunikasi.

Pemkab Kuningan optimistis, setelah tuntasnya blankspot dan berlanjut pada penguatan kualitas jaringan, konektivitas digital di wilayahnya akan semakin merata dan berkelanjutan.

Langkah ini sekaligus menjadi pijakan penting dalam mewujudkan transformasi digital yang inklusif hingga ke tingkat desa.

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup