Safari Ramadan Berakhir di Bojong, Tarling Pemkab Kuningan Perkuat Silaturahmi dengan Warga
KUNINGANSATU.COM,- Pemerintah Kabupaten Kuningan kembali menggelar kegiatan Tarawih Keliling (Tarling) dalam rangka Safari Ramadan 1447 Hijriah. Kegiatan yang menjadi penutup rangkaian tarling tersebut berlangsung di Masjid Al-Furqon, Desa Bojong, Kecamatan Cilimus, Jumat (6/3/2026).
Tarling terakhir ini dilaksanakan oleh Tim III yang sebelumnya dijadwalkan dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan U Kusmana, M.Si. Namun karena berhalangan hadir, kegiatan tersebut diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Kuningan.
Rombongan Tim III turut dihadiri sejumlah kepala perangkat daerah, pejabat di lingkungan Setda Kabupaten Kuningan, jajaran Baznas Kabupaten Kuningan, Camat Cilimus bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), Kepala Desa Bojong beserta perangkat desa, serta tokoh agama dan masyarakat setempat.
Kegiatan diawali dengan pelaksanaan salat Isya dan tarawih berjamaah bersama warga yang memenuhi Masjid Al-Furqon. Momentum tersebut menjadi ajang mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam suasana Ramadan yang penuh kebersamaan.
Dalam sambutannya, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Kuningan menyampaikan bahwa program tarawih keliling tidak hanya sekadar agenda rutin tahunan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kedekatan antara pemerintah dan masyarakat.
Ia menuturkan, melalui kegiatan tarling, pemerintah dapat lebih dekat dengan masyarakat sekaligus menyerap aspirasi secara langsung.
Menurutnya, bulan suci Ramadan juga menjadi momentum penting untuk menanamkan nilai-nilai ketakwaan yang dapat mendukung keberhasilan pembangunan daerah.
“Ketakwaan menjadi fondasi penting dalam pembangunan. Karena pembangunan yang baik bukan hanya terlihat dari sisi fisik, tetapi juga dari kualitas moral dan spiritual masyarakatnya,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa kemajuan suatu daerah tidak lepas dari peran desa dan kecamatan sebagai ujung tombak pembangunan.
“Jika desa berkembang dan masyarakatnya berdaya, maka kemajuan daerah akan mengikuti dengan sendirinya,” katanya.
Selain itu, Ramadan juga mengajarkan pentingnya memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat, terutama dengan berbagi kepada mereka yang membutuhkan seperti anak yatim, dhuafa, serta fakir miskin.
Di akhir sambutannya, ia mengajak masyarakat untuk menjaga semangat kebaikan yang tumbuh selama Ramadan agar terus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Kegiatan tarling di Desa Bojong pun disambut hangat oleh masyarakat yang hadir, tidak hanya untuk menunaikan ibadah, tetapi juga untuk bersilaturahmi dengan jajaran pemerintah daerah dalam suasana penuh kebersamaan.
















