Prestasi Mengalahkan Persepsi, PAM Tirta Kamuning Kian ‘Moncer’ di Level Nasional
KUNINGANSATU.COM – Direktur PAM Tirta Kamuning Kabupaten Kuningan, Dr. Ukas Suharfaputra, kembali menjadi sorotan positif setelah PAM Tirta Kamuning kembali meraih penghargaan inovasi dari 5 Pilar Media Communications dengan kategori The Mist Stable and Innovative Water Utility Company In Region Economic Growth Of The Year 2026 dalam ajang ASEAN-INDONESIA The Most Innovative Excellent Award 2026 dalam yang digelar di Sanlake Water Front Sunter, Jumat (27/2/2026).
Penghargaan ini bukan yang pertama bagi perusahaan yang dipimpinnya, tahun lalu ia mendapat apresiasi yang sama dan kembali menjadi legitimasi atas kerja transformasional yang telah ia lakukan di tubuh PAM Tirta Kamuning.
Di tengah dinamika internal, tekanan publik, dan berbagai tantangan teknis, Ukas terus mendorong perubahan. Bukannya terpengaruh oleh isu-isu yang sempat beredar, ia justru menempatkan fokus pada pembenahan layanan, mengoptimalkan infrastruktur, serta memperkuat kompetensi sumber daya manusia. Dari situlah perubahan mulai terlihat, baik secara finansial maupun operasional. Dalam kesempatan tersebut, Ukas menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran perusahaan.
“Penghargaan ini bukan milik saya saja. Ini adalah hasil kerja kolektif teman-teman di lapangan dan di kantor yang setiap hari memastikan masyarakat menerima layanan air bersih dengan lebih baik. Ini sekaligus penyemangat bagi kami untuk tidak berhenti berbenah,” ujarnya.
Kinerja PAM Tirta Kamuning sendiri dalam periode kepemimpinan Ukas memang mencatat tren meningkat. Pendapatan yang pada tahun 2021 berada di angka 58,46 miliar, naik menjadi 66,53 miliar pada 2024 atau tumbuh 13,8%. Pada saat yang sama, biaya operasional justru berhasil ditekan dari 21,824 miliar pada 2021 menjadi 20,855 miliar pada 2022. Efisiensi 4,4% ini menjadi fondasi bagi peningkatan laba yang lebih signifikan.
Dalam kurun 2021 hingga 2025, laba melonjak hingga 38,61%. Kontribusi terhadap PAD pun ikut terdongkrak, mencapai pertumbuhan 64,7% meski sempat mengalami penurunan pada 2023 akibat kebijakan nasional kenaikan tarif PPh Badan dari 11% menjadi 22%. Penurunan ini terjadi bukan karena kinerja perusahaan menurun, melainkan karena peningkatan beban pajak yang berlaku bagi perusahaan dengan pendapatan bruto di atas 50 miliar. Ketika laba kembali naik pada tahun berikutnya, setoran PAD pun kembali meningkat.
Indikator objektif lainnya terlihat dari hasil evaluasi BPKP. Melalui parameter BPP SPAM, skor kesehatan perusahaan tercatat stabil di kategori “Sehat” setiap tahun dan bahkan meningkat dari 3,60 pada 2021 menjadi 3,81 pada 2024. Konsistensi ini menjadi bukti bahwa perbaikan di tingkat manajerial turut memperbaiki kualitas sistem dan operasional perusahaan secara keseluruhan.
Pada aspek layanan, perkembangan juga terlihat nyata. Jumlah sambungan pelanggan meningkat dari 52.443 unit pada 2021 menjadi 55.748 unit pada 2024, atau bertambah 6,30%. Pertumbuhan ini tidak terjadi begitu saja, tetapi merupakan hasil dari penambahan kapasitas debit air baku yang dilakukan sepanjang 2023-2024. Sumber-sumber baru seperti Cijalatong Cipari, Cibangir, Cilukutuk Cileuleuy, dan Curug Mangkok Cisantana menyumbang total debit baru mencapai 116,84 liter per detik. Tambahan suplai ini memperkuat ketahanan layanan dan memperluas wilayah yang dapat terjangkau air bersih secara stabil.
Ukas menegaskan bahwa setiap capaian tersebut merupakan komitmen terhadap pelayanan publik.
“Setiap peningkatan adalah tanggung jawab. Di balik angka-angka itu ada kebutuhan masyarakat yang harus dipenuhi. Kami ingin memastikan air bersih tidak hanya tersedia hari ini, tetapi juga terjamin keberlanjutannya untuk tahun-tahun ke depan,” tuturnya.
Mengacu pada Surat Edaran Mendagri No. 690/477/SI yang menyatakan bahwa PDAM dengan cakupan layanan di bawah 80% tidak wajib menyetor PAD, PAM Tirta Kamuning sebenarnya memiliki ruang untuk tidak memberikan kontribusi tersebut. Namun, perusahaan tetap melakukannya sebagai bentuk tanggung jawab dan kontribusi terhadap pembangunan daerah. Hal ini menjadi penegas bahwa peningkatan kinerja bukan hanya soal efisiensi atau pencapaian finansial, tetapi juga menyangkut keberpihakan pada kebutuhan publik.
Deretan capaian ini menunjukkan bahwa transformasi PAM Tirta Kamuning bukan sekadar wacana. Ia bergerak dalam angka, audit, serta peningkatan nyata di lapangan. Tak heran jika penghargaan inovasi tingkat ASEAN kembali diberikan kepada Ukas, yang dalam tiga tahun terakhir berhasil membawa perusahaan daerah ini melampaui berbagai tantangan menuju kinerja yang lebih sehat, efisien, dan berdampak langsung bagi masyarakat Kuningan.***
Tinggalkan Balasan
1 Komentar
-
Adi Max
Sekjen Segel TNGC















