Panen Terancam! Babinsa dan Petani Sukamukti Bergerak Basmi Hama Padi
KUNINGANSATU.COM,- Upaya menjaga produktivitas pertanian terus dilakukan di Desa Sukamukti, Kecamatan Cipicung. Babinsa Desa Sukamukti, Sertu Dedi Setiabudi, bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan ratusan petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Pataruman, menggelar aksi pengendalian hama di area persawahan Nanggerang, Jumat (13/2/2026).
Kegiatan ini difokuskan pada langkah antisipatif terhadap serangan hama padi yang berpotensi menurunkan hasil panen. Sejak pagi, para petani turun langsung ke sawah melakukan pengecekan kondisi tanaman, mengidentifikasi jenis hama yang menyerang, hingga menerapkan metode pengendalian sesuai arahan penyuluh.
Sertu Dedi Setiabudi mengatakan, keterlibatan TNI melalui Babinsa merupakan bagian dari komitmen mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat desa binaan.
“Kami hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan wilayah, tetapi juga mendampingi masyarakat dalam menjaga sumber penghidupan mereka. Pertanian adalah sektor utama di sini, sehingga perlu perhatian bersama,” ujarnya.
Sementara itu, PPL yang mendampingi kegiatan menjelaskan bahwa perubahan cuaca dalam beberapa waktu terakhir memicu peningkatan populasi hama seperti wereng dan penggerek batang. Jika tidak segera ditangani, kondisi tersebut dapat menghambat pertumbuhan tanaman dan berdampak pada produksi gabah.
“Pengendalian dilakukan secara terpadu dan ramah lingkungan. Dengan gerakan serentak, penanganan menjadi lebih efektif dan risiko penyebaran hama bisa ditekan,” jelasnya.
Ketua Kelompok Tani Pataruman menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, kehadiran Babinsa dan PPL memberikan semangat tambahan sekaligus wawasan baru bagi para petani.
“Kami jadi lebih paham cara mengenali dan mengatasi hama sejak dini. Semoga hasil panen nanti bisa maksimal dan kualitasnya meningkat,” ungkapnya.
Selain aksi di lapangan, kegiatan juga diisi dengan edukasi singkat mengenai teknik budidaya yang baik, penguatan ketahanan tanaman, serta pentingnya pemantauan berkala. Para petani pun sepakat untuk meningkatkan koordinasi agar potensi serangan hama dapat diantisipasi lebih cepat di masa mendatang.
Sinergi antara aparat kewilayahan, penyuluh pertanian, dan kelompok tani ini diharapkan mampu menjaga stabilitas produksi padi sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa.
















