Rana Suparman Ingatkan Keselamatan Gunung Ciremai Lebih Penting dari Wisata
KUNINGANSATU.COM,- Anggota DPRD Kabupaten Kuningan Komisi II, Rana Suparman, S.Sos., menegaskan bahwa Gunung Ciremai tidak boleh dipandang semata sebagai objek wisata, melainkan sebagai sumber kehidupan dan peradaban yang menopang ekosistem wilayah Kuningan dan sekitarnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Rana dalam Diskusi Publik “Menjaga Ciremai: Membuka Tabir Konservasi Ciremai” yang digelar oleh BEM UNISA 2026 Kabinet Satyagraha di Kopi Hawwu, Sabtu (17/1/2026).
Menurut Rana, meningkatnya aktivitas pariwisata di kawasan Gunung Ciremai berpotensi menimbulkan risiko serius jika tidak disertai kajian lingkungan yang memadai. Ia menyoroti kondisi geologi Ciremai yang memiliki rongga vulkanik, aliran air bawah tanah, serta beban bangunan yang terus bertambah di kawasan atas.
“Kalau bebannya terlalu tinggi, alam akan memberi peringatan. Longsor, amblasan, sampai perubahan struktur tanah itu bukan hal mustahil. Tapi sayangnya, sampai hari ini kita belum punya peta risiko yang lengkap,” ujarnya.
Rana juga mengkritik belum tersedianya data komprehensif terkait sesar Ciremai, aliran air bawah tanah, serta peta mitigasi bencana. Padahal, menurutnya, pemerintah daerah memiliki anggaran yang cukup untuk melakukan riset ilmiah demi keselamatan masyarakat.
“Anggaran daerah kita Rp2,8 triliun. Masa untuk riset keselamatan lingkungan saja kita ragu? Ini menyangkut ribuan nyawa,” katanya.
Dalam forum tersebut, Rana turut menyinggung sejarah panjang perjuangan masyarakat Ciremai yang pernah menolak eksplorasi panas bumi (geothermal) pada 2011-2013. Ia menyebut gerakan masyarakat di 28 desa kala itu berhasil menghentikan rencana eksploitasi karena kesadaran akan dampak ekologis yang ditimbulkan.
Ia pun mengingatkan bahwa konsep menjaga gunung bukanlah gagasan baru. Nilai-nilai tersebut telah hidup sejak masa kerajaan dan diwariskan secara turun-temurun sebagai kearifan lokal dalam menjaga keseimbangan alam.
“Gunung itu tetengger nagara, penyangga kehidupan. Kalau kita abai, maka kerusakan peradaban tinggal menunggu waktu,” tegasnya.
Melalui diskusi ini, Rana berharap lahir dorongan moral bagi pemerintah daerah, baik legislatif maupun eksekutif, untuk segera mengambil sikap bersama dan menetapkan arah kebijakan yang jelas demi keberlanjutan Gunung Ciremai.
















