Awali Kepemimpinan Baru, PMII Rayon Sunan Kalijaga Gelar Tasyakuran dan Raker 2026-2027

KUNINGANSATU.COM,- Mengawali masa khidmat kepengurusan periode 2026-2027, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Sunan Kalijaga menggelar rangkaian kegiatan ngaliwet, tasyakuran Ketua Rayon terpilih, pertemuan perdana, sekaligus Rapat Kerja (Raker), Rabu (14/1/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Menjemput Amanah, Merawat Kebersamaan” sebagai penegasan arah gerak organisasi ke depan.

Kegiatan diikuti oleh kader aktif, jajaran pengurus rayon, serta satu perwakilan demisioner Rayon Sunan Kalijaga. Selain menjadi agenda formal organisasi, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai ajang silaturahmi dan penguatan ikatan emosional antar kader.

Rangkaian acara dimulai sejak pukul 08.00 WIB di kediaman Ketua Rayon Sunan Kalijaga terpilih, Sahabat Zaki Nurrizal Fadhil, yang berlokasi di Majalengka. Acara dibuka dengan tradisi ngaliwet, yang berlangsung penuh keakraban. Para kader dan pengurus menyantap hidangan bersama di atas daun pisang sebagai simbol kesetaraan, kebersamaan, dan solidaritas yang menjadi nilai dasar dalam tubuh PMII.

Usai ngaliwet dan tasyakuran, rombongan bergerak menuju kawasan Jalan Lingkar Timur Jatigede, Sumedang, untuk melaksanakan agenda utama berupa Rapat Kerja Rayon. Pemilihan lokasi tersebut diharapkan mampu memberikan suasana baru dan inspiratif dalam merumuskan program kerja strategis selama satu periode ke depan.

Dalam sambutannya, Ketua Rayon Sunan Kalijaga, Sahabat Zaki Nurrizal Fadhil, menegaskan bahwa Raker merupakan forum strategis yang akan menentukan arah dan wajah organisasi. Menurutnya, tema yang diangkat bukan sekadar slogan, melainkan komitmen moral seluruh pengurus dan kader.

“Amanah yang kita emban adalah tanggung jawab besar. Namun, tanggung jawab itu akan terasa ringan jika dijalankan dengan kebersamaan dan ketulusan. Raker hari ini adalah batu pertama untuk kemajuan Rayon Sunan Kalijaga ke depan,” ujarnya.

Zaki juga menekankan pentingnya proses kaderisasi sebagai ruh utama PMII. Ia mendorong seluruh kader untuk aktif berproses dan tidak ragu menuntut pembinaan dari pengurus demi peningkatan kapasitas diri.

“Intinya, kader PMII harus mau berproses. Kalau tidak, pasti akan menyesal. Jika ada kader yang ingin menguasai public speaking atau keterampilan lain, maka pengurus wajib hadir untuk membimbing sampai benar-benar bisa,” tegasnya.

Rapat Kerja yang berlangsung hingga sore hari tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan penting, di antaranya penguatan kaderisasi melalui ruang tumbuh yang inklusif, inovasi program yang adaptif terhadap tantangan zaman, serta penguatan soliditas internal dengan mengedepankan komunikasi dua arah.

Kegiatan ditutup pada pukul 17.00 WIB dengan doa bersama dan komitmen kolektif seluruh peserta untuk merealisasikan hasil Raker demi kemajuan dan keberlanjutan PMII Rayon Sunan Kalijaga. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Rayon Sunan Kalijaga diharapkan semakin solid, progresif, dan konsisten melahirkan kader-kader unggul yang siap berkontribusi di berbagai bidang.

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup