Salurkan BLT DBHCHT 2025, Bupati Kuningan Tegaskan Tak Boleh Dipotong

KUNINGANSATU.COM,- Pemerintah Kabupaten Kuningan menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (BLT DBHCHT) Tahun 2025 kepada 470 penerima yang terdiri dari petani tembakau, buruh tani, pengrajin tembakau, dan buruh pabrik rokok. Kegiatan tersebut digelar di Ruang Rapat Lantai 3 Bank BJB Cabang Kuningan, Jalan Siliwangi Cigembang, Selasa (17/12/2025).

Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, secara langsung membuka kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Sosial Kabupaten Kuningan tersebut. Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa bantuan yang bersumber dari DBHCHT ini tidak bersifat permanen, sehingga harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk pengembangan usaha, bukan untuk konsumsi sesaat.

“Bantuan ini tidak tentu ada setiap tahun. Karena itu saya minta uang ini digunakan sebaik-baiknya, untuk memperkuat usaha bapak ibu semua. Jangan sampai habis tanpa ada perubahan,” ujar bupati.

Bupati menjelaskan, masing-masing penerima memperoleh bantuan sebesar Rp4.200.000 yang ditransfer langsung melalui rekening Bank BJB. Ia juga menekankan agar proses penyaluran berjalan transparan dan tidak ada pemotongan dalam bentuk apa pun.

“Kalau ada yang memotong atau meminta, laporkan langsung. Jangan sampai hak masyarakat dikurangi,” tegasnya, seraya meminta camat dan kepala desa ikut mengawasi penyaluran.

Menurut bupati, sektor pertembakauan masih menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat Kuningan, khususnya di pedesaan. Namun di sisi lain, petani dan buruh tani tembakau juga masih termasuk kelompok rentan yang berkontribusi terhadap angka kemiskinan daerah.

“Program ini bukan sekadar memberi uang, tapi bagian dari ikhtiar kita agar petani tembakau dan buruh rokok bisa lebih sejahtera dan perlahan keluar dari lingkar kemiskinan,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa total penerima BLT DBHCHT tahun ini mencapai sekitar 470 orang. Ia berharap dalam empat hingga lima tahun ke depan, bantuan yang telah digulirkan mampu membawa perubahan nyata bagi penerima.

“Saya ingin lima tahun ke depan sudah terlihat perubahannya. Mudah-mudahan dengan bantuan seperti ini, petani tembakau dan buruh rokok di Kuningan semakin sejahtera dan ini ikut membantu upaya kita menurunkan angka kemiskinan,” ujarnya.

Dian juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kekompakan dan saling mendukung demi pembangunan daerah.

“Membangun Kuningan tidak bisa sendiri. Perlu dukungan, kerja sama, dan doa dari seluruh masyarakat,” pungkasnya.

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup