Beredar Video Pinpoint Kawasan Arunika, Manarul: Jalurnya Mirip Sirkuit Arah ke Pajambon!
KUNINGANSATU.COM,- Sebuah video pinpoint Google Earth berdurasi 1 menit 30 detik tengah menjadi sorotan publik. Video tersebut menampilkan tampilan 3D kawasan Destinasi Wisata Arunika yang terlihat mengalami perubahan besar dan melebar hingga hampir menembus wilayah Desa Pajambon, terutama di area Lembah Cilengkrang. Rekaman visual itu menunjukkan beberapa bagian lahan yang tampak telah dikupas dan berubah menjadi jalur tanah yang terbuka.
Dalam tayangan tersebut tampak jalur berkelok-kelok yang kontras dengan area sekitarnya yang masih hijau dan rimbun. Pola jalurnya terlihat seperti akses jalan baru yang memanjang dari kawasan Arunika menuju wilayah Pajambon. Perubahan warna tanah yang mencolok menimbulkan dugaan adanya pengerjaan berskala besar yang sedang berlangsung.
Kemunculan video ini langsung memancing respons dari warga, termasuk Manarul Hidayat, salah seorang tokoh muda Desa Pajambon sekaligus aktivis pergerakan di Kabupaten Kuningan. Ia mengaku terkejut ketika melihat pola perubahan lahan yang begitu luas.
“Saat saya lihat videonya, jujur saja itu terlihat seperti sirkuit. Jalurnya berkelok-kelok dan lebarnya cukup besar. Saya sendiri tinggal di Pajambon, tapi sampai sekarang tidak tahu itu mau dijadikan apa,” ujar Manarul, Kamis (27/11/2025).
Ia menegaskan bahwa apa pun yang sedang direncanakan di sana, pengembang seharusnya memperhatikan aspek keselamatan lingkungan. Mengingat beberapa waktu lalu wilayah Lembah Cilengkrang pernah dilanda longsor yang sempat viral dan merugikan masyarakat sekitar.
“Saya hanya titip satu hal, apa pun rencananya, tolong tetap pikirkan lingkungan. Di Cilengkrang kemarin pernah longsor dan jelas itu berdampak. Jangan sampai ada kejadian serupa karena pembukaan lahan yang tidak terkontrol,” ungkapnya.
Manarul juga menyoroti pentingnya prinsip konservasi yang selama ini digaungkan di Kabupaten Kuningan. Menurutnya, prinsip tersebut tidak boleh hanya menjadi slogan, tetapi harus menjadi dasar dalam setiap aktivitas pembangunan, terutama di wilayah yang memiliki kontur rawan.
“Kuningan selalu bicara konservasi, dan itu bagus. Tapi ya harus konsisten. Pembukaan lahan jangan sembarangan dan harus mengacu pada kajian yang jelas. Jangan sampai nanti masyarakat yang menanggung akibatnya,” tegasnya.
Hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola Arunika maupun pemerintah daerah mengenai perubahan lahan yang terlihat dalam video tersebut. Warga berharap pemerintah segera memberikan penjelasan agar tidak menimbulkan keresahan. Sementara itu, video tersebut terus menyebar di berbagai platform dan memicu diskusi publik tentang arah pengembangan kawasan wisata maupun potensi dampak lingkungannya.***
















